Jelang tahapan awal yang rencananya dimulai tahun ini, Surya mengemukakan terkait kondisi geografis provinsi bungsu ini.
Menurutnya, pemerintah dan KPU RI perlu memberikan perhatian khusus kepada Kaltara karena keadaan yang berbeda.
Hal ini akan disampaikan melalui konsilidasi nasional dalam waktu dekat kepada KPU RI khususnya Komisioner KPU RI yang bertugas sebagai Koordinator Wilayah Kaltara, yakni Betty Epsilon Idroos.
“Kami akan sampaikan kondisi geografis kita. Secara data, penduduk kita tidak besar, tapi tingkat kesulitan geografis kita yang menantang. Khususnya dalam distribusi logistik, dalam pengelolaan penyelenggara kami yang terpisah jauh-jauh,” kata Surya dilansir dari Korankaltara.com Senin (23/5/2022) hari ini.
Ada beberapa wilayah di Kaltara yang tidak bisa diakses melalui jalur darat maupun perairan. Satu-satunya yang diandalkan adalah transportasi udara menggunakan pesawat terbang.
Tentu anggaran yang dibutuhkan sangat besar, apalagi untuk distribusi logistik mengharuskan penyelenggara mencarter pesawat.
“Karena untuk daerah tertentu itu kalau kami menggunakan armada regular mengganggu penerbangan masyarakat biasanya. Mau tidak mau harus carter. Itu juga harus perhatikan jadwal, harus konek dengan jadwal pnerbangan dan logistik dari pusat,” sebut Surya.
Untuk itu, Surya memberikan atensi agar pusat lebih serius terkait kondisi di Kaltara agar dalam distribusi logistik dan anggaran nantinya, dapat menyesuaikan dengan kondisi daerah.
Seperti di provinsi ke-34 ini, tantangannya berbeda, apalagi dengan sejumlah wilayah merupakan daerah perbatasan dan pedalaman.
“Ada daerah yang pemilihnya sedikit tapi tetap harus kita layani. Ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Kami berharap mudah-mudahan dengan kami menyampaikan kondisi geografis kita, tingkat kesulitan kami di Kaltara dalam mengelola pemilu ini juga bisa mendapatkan perhatian serius dari teman-teman KPU di pusat,” harap Surya.
Diketahui, KPU RI sudah mengajukan anggaran untuk Pemilu sebesar Rp86 triliun dan sudah dilakukan rasionalisasi menjadi Rp76 triliun.
Anggaran pemilihan tersebut, juga akan didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Utara.
Editor: Aspian Nur