Menyerang Anak-Anak, DBD di Tarakan Meningkat di Bulan Mei Ini
1 menit baca479 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, TARAKAN - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman. Jika penanganan lambat akan berakibat vatal.
Penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini kasusnya akan meningkat seiring dengan musim penghujan.
Hal itu dikarenakan nyamuk ini berkembang biak di air bersih, terutama genangan air hujan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kalimantan Utara dr Devi Ika Indriarti mengatakan, saat ini ada 20 kasus positif DBD yang sebagian besar adalah anak-anak.
“Kasus DBD ini kalau kami lihat, memang sudah terjadi peningkatan. Kan waktu-waktu di bulan Februari, kemudian Maret mulai terjadi peningkatan kasus,” kata Devi dilansir dari Korankaltara.com Minggu (23/5/2022) hari ini.
Untuk mengantisipasi penambahan kasus DBD, dirinya mengharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup penampungan air yang terbuka karena air hujan yang menggenang menjadi lokasi nyamuk DBD berkembang biak.
“Apalagi sumber-sumber air bersih, karena nyamuk ini suka di air bersih. Lakukan 3M untuk mencegah dan memberantasnya. Misalnya membersihkan dispenser tampungan air, mengubur benda-benda yang bisa berpotensi menampung air hujan, dan memberikan bubuk abate,” jelasnya.
Disinggung mengenai rencana fogging, Devi mengaku tergantung dari hasil penyelidikan epidemologi.
Apabila suatu daerah ada yang positif, pihaknya lakukan penyelidikan epidemologi 10 rumah di sekitarnya.
“Saat ini tetap dilakukan oleh teman-teman di puskesmas. Tapi kalau memerlukan fogging, akan dilakukan oleh pihak ketiga. Kalau untuk bubuk abate dapat diperoleh di puskesmas terdekat. Siapa saja boleh minta, supaya lingkungannya bebas dari DBD,” tutup Devi.
Editor: Aspian Nur









