“Di Kaltara dari lima kabupaten dan kota, ada tiga daerah yang sudah memiliki sertifikat bebas malaria. Pertama Tarakan, yang sudah cukup lama sejak tahun 2014,” kata Agust dilansir dari laman Korankaltara.com Kamis (12/5/2022) hari ini.
Daerah yang dinyatakan bebas malaria tidak harus bebas sama sekali, melainkan tren kasus yang berada pada level di bawah standar. Misalnya kasus memang ada, termasuk dari impor. Tetapi, tidak ada kasus penularan lokal. Jika ada kasus penularan lokal, maka ada kemungkinan sertifikat bebas malaria akan dianalisa lagi.
Nunukan dan Tana Tidung juga dinyatakan bebas malaria dan sudah mendapatkan sertifikat pada tahun 2020. Pihaknya masih memiliki tugas rumah, membebaskan Bulungan dan Malinau yang masih belum mendapatkan sertifikat bebas malaria.
“Dua daerah itu masih ada penularan di wilayah setempat. Seperti di Bulungan ada tambang emas ilegal di wilayah Sekatak, sering terjadi kasus malaria. Karena mereka bekerja di tengah malam, sehingga risiko tinggi,” bebernya.
Ditambah lagi para perambah hutan, seperti di Malinau yang keluar di malam hari juga sering terjangkit malaria. Sehingga, sulit membebaskan dua daerah ini menjadi bebas malaria. Meski berat, pihaknya akan terus mengupayakan dengan sosialisasi ke masyarakat dan menggandeng instansi terkait.
“Kami berupaya mencegah kegiatan yang bisa membuat penyakit seperti itu. Kan kalau diupayakan dengan pengobatan, tidak akan tuntas dan akan muncul kasus baru. Jadi, sampai kapanpun tidak akan bisa mendapatkan sertifikat bebas malaria,” papar Agust.
Sertifikat bebas malaria ini, menurut Agust, sangat penting. Terutama sektor kesehatan, ekonomi dan terutama pariwisata. Daerah yang mengirim turis ke Kaltara biasanya menanyakan daerah dengan status kesehatannya, terutama malaria.
Seperti di Tarakan yang sudah memiliki sertifikat bebas malaria menjadi salah satu poin tersendiri untuk meningkatkan arus wisata yang akan masuk ke wilayahnya. “Makanya kami memperjuangkan bagaimana Kaltara secara keseluruhan bebas malaria,” tutup Agust.
Editor: Aspian Nur