Dari hanya sekitar 3 orang per hari, dalam beberapa pekan ini sudah mengalami kenaikan hingga 200 persen.
“Sekarang bisa 10 sampai 15 orang pemohon paspor sekitar tiga pekan terakhir ini. Hampir semua tujuannya umrah, bisa dibilang 80 persen. Peningkatan pemohon paspor lebih tinggi dan mayoritas umrah,” ujar Mario dilansir dari laman Korankaltara.com Kamis (7/4/2022) hari ini.
Selain umrah, tujuan perjalanan keluar negeri lainnya ada yang hendak berangkat ke Tawau, Malaysia. Terlebih lagi saat ini, Pemerintah sudah menetapkan Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, sebagai jalur keluar-masuk orang luar negeri.
Pelayaran Nunukan-Malaysia melalui jalur Tawau dibuka, namun dengan sejumlah syarat dari Pemerintah Malaysia dan Indonesia sesuai Surat Edaran Satgas Covid-19 nomor 15 tahun 2022.
Di pintu masuk kedatangan Tawau akan dilakukan pemeriksaan RT-Antigen dengan biaya RM65, wajib mengunduh aplikasi My Sejahtera dan harus mempunyai polis asuransi kesehatan yang bisa diklaim di Tawau.
“Peningkatan pelayanan, sebelum Tawau sudah mulai, karena umrah itu. Pelayanan kami juga masih menggunakan protokol kesehatan (prokes) sesuai instruksi dari pemerintah,” papar Mario lagi.
Sebelum adanya Covid-19, Tarakan juga melayani penerbangan di Bandara Juwata Tarakan maupun pelayaran di Pelabuhan Malundung ke Malaysia melalui Tawau dan Sabah.
Namun, sejauh ini, Tarakan belum mendapatkan izin dari pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid-19 untuk dibukanya kembali transportasi laut dan udara ke Malaysia.
“Sampai saat ini belum ada edaran apapun dari Dirjen Imigrasi Kemenkumham maupun dari Satgas Covid-19 untuk Tarakan. Kalau Nunukan, Pelabuhan Tunon Taka masuk dalam salah satu pelabuhan yang ditunjuk untuk tempat keluar masuk orang ke Malaysia,” pungkas Mario.
Editor: Aspian Nur