Kepala Basarnas Tarakan, Amiruddin mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung, bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia.
Di mana enam orang tertimbun longsor batu bara di kawasan pertambangan yang dikelola oleh PT. PMJ. Dari enam korban, empat di antaranya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat sedangkan dua lainnya masih dalam proses pencarian.
“Dua korban yang masih dalam pencarian adalah Santok usia 32 tahun seorang laki-laki, dan Sawaluddin usia 42 tahun yang juga seorang laki-laki. Peralatan yang digunakan D-Max, RIB 02 Tarakan, peralatan medis 1 set, baju hazmat, dan peralatan komunikasi,” terangnya, Selasa (29/3/2022).
Kepala BPBD Tana Tidung, Darwis mengaku kecewa dengan sikap PT PMJ yang tidak memperbolehkan anggotanya membantu melakukan evakuasi, sehingga tertahan di pos keamanan tanpa bisa berbuat banyak.
“Tidak boleh masuk, dicegat sama pihak perusahaan padahal kami BPBD tetapi anggotaku tidak bisa sampai ke lokasi. Sejak tadi malam sudah di TKP (Tempat Kejadian Perkara) tetapi tidak boleh masuk. Mungkin perusahaan takut ditutup lokasinya, padahal ini perintah Pak Bupati untuk melakukan pertolongan,” terangnya melalui sambungan telepon seperti dilansir dari korankaltara.com.
Lebih lanjut dikatakan Darwis, bahwa pihaknya mendapatkan informasi pada Senin malam sekira pukul 20.00 Wita, dan langsung memerintahkan anggota untuk ke lokasi kejadian. Menurutnya, upaya penutupan kasus oleh PT.PMJ karena adanya human error.
“Itu human error, dia takut karena mengeruk hasil bumi tetapi safetynya tidak ada. Ini kesalahan perusahaan, kelalaian makanya tidak boleh orang luar masuk,” ungkapnya.
Sementara itu, pihak perusahaan belum bisa dikonfirmasi hingga Selasa sore.
Sumber: Korankaltara.com