Kepala Bidang Perdagangan Diskoprindag Bulungan Murtinah tak menampik minyak goreng masih mengalami kelangkaan. Ini akibat belum adanya suplai dari distributor. Menurut informasi yang diterima, PT Bintang Borneo Permai baru akan mendistribusikan minyak goreng sekitar tanggal 8 April 2022 nanti.
“Tapi, berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Induk (Tanjung Selor), beberapa pedagang masih menjual minyak goreng. Tadi, saya ke pasar masih ada pedagang yang menjual minyak goreng. Saya tanya dapat dari mana, katanya dari swalayan, kami belum cek ke sana apakah stoknya masih ada atau tidak,” kata Murtinah dilansir dari laman Korankaltara.com Senin (28/3/20220) hari ini.
Di pasaran, harga minyak goreng bervariasi. Menurut keterangan pedagang, mereka mendapatkan minyak goreng dari distributor Rp60 ribu per dua liter. Sehingga, harga jual ke konsumen Rp65 ribu.
“Sekarang ini minyak goreng kemasan dua liter saja yang masih tersedia. Kalau kemasan satu liter kosong,” bebernya.
Agar bisa mengantisipasi kelangkaan, pemerintah berencana mendatangkan minyak goreng curah namun saat ini masih dalam tahap negosiasi dengan pelaku usaha.
Hal ini disebabkan, untuk ketersediaan minyak goreng curah harus ada tandon atau drum penampung.Menurutnya, ini cukup sulit. Apalagi biayanya lebih mahal dibandingkan harga minyak goreng kemasan.
Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar secara terpisah menyebutkan, kendala ketersediaan minyak goreng karena proses pendistribusian.Banjir yang terjadi di Sangatta, Kalimantan Timur, membuat pendistribusian minyak goreng ke Bulungan terkendala.
Pihaknya memastikan, akan terus melakukan koordinasi dengan Diskoprindag Bulungan dan ritel modern untuk memenuhi ketersediaan minyak goreng di daerah ini. “Minyak goreng di pasaran itu masih tersedia. Tapi, jumlahnya yang terbatas,” sebut Ronaldo.
Editor: Aspian Nur