Ketua RT 9 Sukarman menuturkan, dirinya menerima laporan pemilik bengkel di sebelah rumah IY yang mencium bau tidak sedap dari dalam rumah.
Sempat dikira ada bangkai tikus, warga kemudian mencoba memanggil IY dari luar rumah namun tak ada sahutan. Akhirnya warga berinisiatif untuk membuka pintu rumah
“Waktu ditemukan IY ada di ruang keluarga, posisi baring telentang. Pintunya digerendel dari dalam rumah, jadi kami lewat jendela membuka pintu,” ujar Sukarman dilansir dari laman Korankaltara.com hari ini.
Melihat IY sudah dalam kondisi meninggal dunia, warga kemudian menghubungi kepolisian untuk mengevakuasi. Warga juga tidak berani masuk ke dalam rumah karena tidak mau mengganggu penyelidikan polisi. “Aromanya juga sudah tidak enak,” imbuhnya.
Sebelumnya IY sempat mengeluhkan sakit di bagian perut namun tidak mengatakan penyakit apa. Sukarman bertemu dengan IY terakhir kali Sabtu pekan lalu saat IY berdua dengan adiknya.
Saat bertemu dengan pria itu Sukarman tidak melihat ada ada tanda-tanda sakit, dalam keadaan sehat. “IY badannya agak besar, tapi memang tertutup orangnya. Jarang sosialisasi dengan warga. Sepengetahuan saya dia bekerja sebagai sales sembako dulunya,” jelas Sukarman.
Sementara itu Gunawan tetangga IY mengungkapkan, dirinya mencium bau tidak sedap sejak Rabu (2/3/2022) kemarin dan melihat ada banyak lalat berukuran besar yang berada di sekitar rumah IY.
Karena itu Gunawan menghubungi ketua RT dan warga sekitar untuk melihat ke dalam rumah.
Sepengetahuan Gunawan, IY sempat mengeluhkan sakit saat sedang membersihkan sekeliling rumah bersama adiknya pekan lalu.
Adik IY yang kebetulan merupakan warga Bulungan kembali ke Bulungan, Minggu (27/2/2022) sekira pukul 15.00 WITA. Biasanya IY keluar rumah siang hari tapi sejak pekan lalu sudah tidak terlihat.
Gunawan mengira, karena ada keluhan sakit, mungkin IY sedang beristirahat di dalam rumah. Baru Senin (28/2/2022) lalu memanggil namun tidak ada jawaban.
Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi menuturkan, IY langsung dibawa ke RSUD Jusuf SK untuk dilakukan visum.
Namun, pihaknya belum menerima hasil visum dan masih meminta keterangan saksi. “Kami periksa saksi yang pertama menemukan almarhum dan keluarganya, terutama anaknya satu orang. Saksi diluar tiga tambahan dan anaknya, sekarang masih proses pemeriksaan,” ujar Aldi.
Keterangan sementara yang ia dapatkan, IY tidak memiliki pekerjaan dan tinggal sendiri setelah bercerai dari istrinya.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan obat untuk tekanan darah tinggi. “Kondisinya membengkak, tapi tidak ada tanda kekerasan,” jelas Aldi.
Editor: Aspian Nur