Memasuki tahun kedua masa jabatannya, Zainal memperkirakan setidaknya realisasi sementara ini sudah di angka 30 persen. “Visi misi tidak bisa 100 persen, itu mustahil karena kami ini (bekerja) tidak sampai lima tahun,” jelas Zainal dilansir dari Korankaltara.com Kamis (17/2/2022) hari ini.
Zainal dan Yansen hanya memiliki waktu 3 tahun berjalan untuk merealisasikan berbagai program yang direncanakan. Dari target capaian, minimal 80-85 persen bisa tercapai.
“Periode kami tidak sampai lima tahun, hanya sekitar 3,5 tahun saja, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan program-program yang ada,” paparnya.
Sejauh ini tak ada kendala yang berarti dalam merealisasikan program. Dengan waktu yang dinilai cukup singkat, dipastikan ada strategi khusus agar capaian bisa maksimal.
“Strateginya, kami bersama seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan masyarakat memastikan target per periode (per tahun). Misalnya tahun ini kami sudah laksanakan 15 persen, tahun berikutnya 15 sampai 20 persen lagi. Jadi dilakukan secara bertahap,” papar Zainal.
Informasi yang dihimpun, ada 10 program prioritas Pemprov Kaltara, diantaranya percepatan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning – Mangkupadi Kecamatan Tanjung Palas Timur.
Kemudian program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kaltara. Selain itu, terkait pangan juga menjadi fokus program pertanian di Kaltara hingga saat ini.
Dari berbagai agenda pembangunan, tahun 2021 lalu diketahui ada sejumlah prestasi yang telah diraih Pemprov Kaltara. Namun begitu beberapa hal yang masih jadi perhatian adalah berkaitan dengan lapangan kerja. Kemudian berupaya menekan angka kemiskinan Kaltara. Serta maksimalisasi pembangun ekonomi kreatif masyarakat.
“Tahun 2021 sudah ada 24 prestasi yang bisa kami raih. Itu merupakan hasil dari kerjasama seluruh masyarakat di Kaltara. Bersama telah melakukan perubahan untuk menjadikan masyarakat sejahtera,” sebut Zainal.
Editor: Aspian Nur