Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tana Tidung Uus Rusmanda mengatakan, mereka sudah melakukan komunikasi dengan operator telekomunikasi yang sedang melakukan proses pembangunan tower BTS.
“Alhamdulillah sudah ada titik terang, dari 20 usulan BTS sudah ada 4 yang berproses pembangunannya dari (operator),” kata Uus dilansir dari Korankaltara.com Rabu (9/2/2022) hari ini.
Empat desa tersebut yakni Desa Gunawan yang berada di Kecamatan Sesayap, serta Desa Belayan Hari, Desa Safari dan Desa Rian Rayo yang berada di Kecamatan Muruk Rian.
Operator yang dimaksud sudah proses survei di lapangan termasuk titik-titik kordinatnya sudah ditentukan. “Mudah-mudahan sesuai janji di bulan Februari ini sudah berproses dan mulai pembangunan,” harap Uus.
Saat ini Diskominfo Tana Tidung sedang proses menyelesaikan persoalan lahan karena sebelum mendiringan menara BTS harus clear and clean.
“Tidak bisa tiba-tiba dibangun, makanya kami melakukan komunikasi dengan kepala desa dan camat. Kami sudah rapat juga dengan pihak surveiyor dan sudah ada titik temu,” paparnya.
Selain empat menara BTS, Diskominfo KTT juga terus mendorong pembangunan 16 menara BTS lainnya di berbagai titik yang menjadi area blank spot.
Penyediaan menara BTS ini juga atas kebijaan pemerintah pusat, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. “Ini kan bantuan pemerintah pusat untuk blank spot yang berada di daerah non 3T dan di KTT disetujui 20 menara BTS dengan pembangunan secara bertahap, semua operator diberikan jatah,” jelas Uus.
Ada tiga operator yang bakal mengisi. Saat ini yang membangun adalah XL, selanjutnya bisa Telkomsel dan Indosat.
Editor: Aspian Nur