“Sekitar jam 2 itu kami semua di rumah terbangun karena adanya guncangan hebat sekitar lima sampai sepuluh detik,” ujar Nur Aida, Warga Kampung Pukat, RT 11, Kelurahan Nunukan Utara dilansir dari laman Korankaltara.com hari ini.
Menurut data resmi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) titik gempa berpusat di laut 126 kilometer Tenggara Kota Tarakan, dengan kekuatan gempa Magnitudo 4,4 Skala Richter (SR).
Pusat gempa sendiri berada di kedalaman 10 meter laut pertemuan antara Tarakan dan Nunukan.
Gempa kali ini dipastikan tidak berdampak pada kerusakan bangunan dan gedung khususnya bagi warga Nunukan.
Gempa ini juga lebih rendah dibandingkan pada 21 Desember 2021 lalu, dimana puluhan bangunan dan gedung mengalami kerusakan berat.
Di Nunukan contohnya, Kantor Bupati Nunukan diketahui mengalami kerusakan parah di sejumlah ruangan dan keretakan pada bagian dinding.
Bahkan plafon ruangan Kabag Humas dan Protokol Setkab Nunukan saat itu berjatuhan dan berserakan memenuhi ruangan.
Saat itu gempa bumi berkekuatan 6,1 SR mengguncang wilayah Tarakan dan sekitarnya pukul 01.47. Situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika melaporkan pusat gempa berada pada koordinat 3.61 Lintang Utara-117.67 Bujur Timur atau berada sekitar 29 kilometer arah timur laut dari Kota Tarakan, Kalimantan Timur.
Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer. Selang sekitar satu jam kemudian, gempa susulan kembali mengguncang wilayah tersebut. Lokasi pusat gempa saat itu berasal dari arah 27 kilometer timur laut.
Koordinat pusat gempa berada di 3.48 Lintang Utara-117.78 Bujur Timur. Kekuatan gempa sekitar 4,5 SR dengan kedalaman 10 kilometer.
Editor: Aspian Nur