Ketua TPID Tarakan Khairul mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi lonjakan inflasi.
Upaya yang dilakukan seperti menginstruksikan untuk melakukan penambahan stok sembako. Kemudian instansi yang berwenang pada perhubungan, khususnya transportasi udara, perlu menyiapkan pengaturan ketika permintaan penerbangan mulai tinggi.
“Inflasi saat ini masih terkendali, masih deflasi, tetapi tentu harus diantisipasi karena sudah mulai ada pergerakan dengan pelonggaran PPKM di Jawa-Bali, termasuk di Makassar yang menjadi destinasi dari masyarakat Tarakan. Ini sudah mulai dibuka karena level PPKM sudah turun dan mal sudah buka,” kata Khairul.
Berdasarkan pantauan TPID Tarakan, harga tiket pesawat mulai naik sehingga akan menjadi penyuplai inflasi sampai dengan Desember 2021. Tentu komoditas lain juga harus dikendalikan. Jangan sampai naik secara bersamaan, melampaui target plus minus 1 persen.
“Upaya dari sektor perhubungan termasuk juga dinas terkait. Kami meminta kondisi stok saat ini dan antisipasi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan sampai dengan Natal dan Tahun Baru (Nataru), supaya tidak terjadi lonjakan harga. Kami juga tugaskan kepada Bulog, Perumda Agrobisnis dan Aneka Usaha untuk menjadi penyangga stok untuk antisipasi lonjakan,” beber Khairul yang juga Wali Kota Tarakan ini.
Untuk produk lokal, produksi sayur-mayur termasuk cabai cukup bagus, sehingga terjadi over produksi. Sedangkan untuk beras dan gula pasir, Bulog sudah mengantisipasinya. Termasuk, daging sapi dan ayam, dengan mendatangkan sapi dari Provinsi Gorontalo.
Diharapkan, sektor perhubungan khususnya tiket pesawat dapat dikendalikan, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru dua bulan mendatang. “Sudah kami sampaikan kepada Bandara Juwata Tarakan Cuma sangat tergantung dari suplai dan demand (permintaan),” jelasnya.
Jumlah penerbangan di Tarakan saat ini masih belum mempengaruhi inflasi. Namun jika penumpang naik signifikan, maka akan berpengaruh terhadap harga tiket pesawat.
Nantinya akan ada penambahan maskapai yaitu MASwings yang akan melayani penerbangan dari Tarakan ke Tawau Malaysia maupun ke Kinabalu. Saat ini regulasinya masih dalam pembahasan, termasuk apakah sudah diperbolehkan melakukan penerbangan internasional atau tidak.
“Mereka sudah menyampaikan akan masuk lagi, tetapi bagaimana regulasi kami di Indonesia apakah memperbolehkan atau tidak, tunggu saja,” tutup Khairul.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur