Insiden tergelincirnya pesawat dari informasi pilot ada troubel pada pengereman. “Kata pilot saat landing dan take off di Tarakan tidak ada masalah. Namun saat terbang, sudah mulai muncul problem,” ungkapnya.
Meski begitu, pesawat yang tergelincir kurang lebih 10 meter itu tidak menganggu penerbangan lainnya di Krayan. “Jadi, tergelincirnya sampai masuk parit. Artinya pesawat tertahan dengan siring parit karena ada betonnya,” papar Heberly lagi.
“Kondisi pesawat memang ada rusak, seperti baling-balingnya terlipat. Sama dengan ban depannya juga rusak,” jelasnya.
Meskipun pesawat pengangkut BBM tergelincir namun listrik PLN tetap menyala. Hal ini berdasarkan keterangan resmi dari PT PLN Persero Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kalimantan Utara.
Manager PT PLN Persero UP3 Kaltara Suparje Wardiyono mengatakan, selain untuk memasok ULD Krayan, BBM tersebut juga untuk suplay PLTD Pa’ Upan dan PLTD Long Layi di Kecamatan Krayan Selatan.
BBM HSD dalam keadaan aman dan telah dievakuasi untuk dikirimkan ke ULD Krayan.
“Pengiriman BBM HSD PLN dikirim dari Tarakan ke ULD Krayan melalui penerbangan pesawat dari Bandara Juwata Tarakan ke Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Krayan serta untuk PLTD Pa’ Upan dan PLTD Long Layu dengan truk via perjalanan darat. Setiap bulan pengiriman BBM HSD PLN ke Krayan dan Krayan Selatan total sebesar 50.000 liter. Dengan beberapa penerbangan, total pengiriman per hari sebesar 2.600 liter,” kata Suparje Selasa (28/9/2021) hari ini.
Untuk antisipasi kekurangan pasokan BBM HSD untuk PLTD di Krayan dengan PLN UP3 Kaltara memaksimalkan pengiriman via pesawat agar pasokan BBM HSD untuk ULD Krayan serta PLTD Pa’ Upan dan PLTD Long Layu dipastikan aman.
Saat ini PLN telah berkoordinasi dengan semua stakeholder terutama Muspika Kecamatan Krayan untuk pengamanan pasokan BBM HSD untuk pembangkit listrik PLN.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur