Janji medali emas "ditukar" dengan sebuah mobil itu disampaikan langsung Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. “Sudah saya sampaikan untuk peraih emas saya akan diberi mobil per orang. Mobil dan kuncinya. Pokoknya mobil. Bukan mobil remote, ya,” kata Zainal dengan nada bercanda Kamis (16/8/2021) kemarin.
Zainal tak ingin atlet di Kaltara tidak lagi mendapatkan perhatian. Menurutnya, perjuangan para olahragawan dan olahragawati patut diapresiasi. “Karena selama ini atlet Kaltara tidak pernah terperhatikan. Mereka sudah berjuang sekuat tenaga mendapat medali, apalagi emas. Itu penghargaan yang sangat sedikit sekali untuk mereka. Target kami 6 emas. Jadi akan disiapkan 6 mobil,” paparnya.
Kontingen Kaltara menurut rencana berangkat 23 September pekan depan ke Papua. “Pembukaan PON tanggal 2 Oktober jadi untuk pelepasan kontingen KONI yang atur. Biasanya ada,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Haerumuddin secara terpisah.
Terkait anggaran, seluruhnya dikelola oleh KONI. Dia mengungkapkan, total dana sebesar Rp20,6 miliar baik untuk PON, maupun untuk pembinaan olahraga di Kaltara. “Karena KONI tidak semata menghadiri PON, tapi juga bertanggung jawab membina olahraga di daerah,” ungkapnya.
Khusus untuk anggaran PON, dari total hibah yang diberikan ke KONI sudah dicairkan sebesar Rp4 miliar. Selebihnya akan menyusul sesuai kebutuhan. “Tapi yang Rp16 miliar sekian itu sekalian nanti. Pekan ini cair melalui Biro Kesra,” tutup Haerumuddin.
Editor: Aspian Nur