Hanya saja pemasaran hasil peternakan itu seputar kota Bulungan, sehingga ada keinginan diperluas karena permintaan daging konsumsi juga terus meningkat.
Menteri yang biasa dipanggil SYL ini menilai luas lahan peternakan 4 hektare masih kecil, karenaitu melalui Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, pejabat teknis juga Bupati Bulungan Syarwani, dirinya meminta lahan diperluas.
SYL juga menjanjikan bibit kambing unggul sebanyak 10 ribu bibit. “Ayo ajak lagi yang lain nanti kami siapkan bantuan bibitnya,” kata SYL saat kunjungan tadi
Diyakininya, pertanian dan peternakan Kaltara bisa berkembang, bahkan agar bisa terintegrasi dan target tercapai ia meminta semua pihak yang terlibat bisa segera bergerak. “Sebulan kedepan sudah harus ada hasil,” harap SYL.
Sebagai daerah yang sedang mengembangkan pertanian, Syarwani sebagai bupati Bulungan mengucapkan berterimakasih atas kunjungan SYL.
“Semoga ini bisa menjadi motivasi kami dalam mengembangkan pangan Bulungan. Tentunya pengembangan Bulungan farm ini juga sangat mendukung, visi dan misi untuk mewujudkan Bulungan yang berdaulat pangan,” kata Syarwani.
Pada kesempatan datang ke Bulungan ini, SYL sempat memanen tanaman indigofera. “Saya datang ke sini bukan hanya untuk foto-foto, bukan hanya untuk pidato. Kaltara ini bagus banget. Kaltara tidak kalah dengan daerah lain. Tanahnya subur, air di mana-mana. Inilah Indonesia, sehingga Indonesia besok tidak boleh kalah dengan negara lain,” tegas SYL lagi.
Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu juga, disuguhkan buah-buahan, termasuk buah khas Kalimantan yaitu lai.
Menurutnya, potensi pertanian dan peternakan di provinsi paling bungsu ini sangat baik. SYL meminta kepala daerah untuk bisa memanfaatkan potensi itu, untuk pengembangan pertanian. “Mumpung kita punya daya dan kesempatan yang kuat. Saya minta gubernur dan bupati gas full,” ujarnya dengan nada canda.
Sementara Zainal Arifin Paliwang mengungkapkan, potensi pertanian Kaltara selama ini belum dikelola maksimal.
Untuk itu, dirinya berharap kedatangan SYL bisa menjadi pemantik sekaligus mendukung pengembangan pertanian tersebut. “Potensi ini belum tergarap maksimal. Kalau semua serius dan kompak, Kaltara akan maju,” tegas Zainal.
Sumber: Korankaltara.com
Editor: Aspian Nur