Dalam rangka pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Malinau menggelar kegiatan screening HIV/AIDS. Kegiatan itu dilaksanakan bersamaan dengan orientasi mahasiswa baru Politeknik Malinau angkatan 2017. Kegiatan screening HIV/AIDS tersebut diikuti sebanyak 165 mahasiswa baru.
“Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyebaran HIV/AIDS di tingkat perguruan tinggi,” ungkap Marco.
Menurut dia, semua pihak mesti mewaspadai penyebaran HIV/AIDS. Sebab, dalam kurun waktu 5 bulan pada tahun ini, telah ditemukan 20 orang positif terinfeksi HID/AIDS. “Dengan populasi penduduk Malinau yang masih sedikit, maka jumlah penderita HIV/AIDS tersebut dinili sangat besar,” ungkap dia.
Marco menegaskan bahwa pihaknya telah maksimal melakukan pengawasan dan pengendalian penyebaran HID/AIDS. Termasuk, melaksanakan program penjaringan pengidap HIV sejak dini sebelum masum kategori stadium AIDS. “Program itu dilaksanakan, supaya dapat dilalukan penanganan sejak awal, sebelum kondisinya parah. Sehingga kualitas hidup mereka dapat diperbaiki,” jelasnya.
Menurut dia, pengidap HIV bisa dikendalikan melalui perawatan intensif, agar dapat menekan perkembangbiakan virus, sehingga tidak membahayakan orang lain.
“Selama ini, penanganan penderita HIV/AIDS dilakukan pihak RSUD. Penanganan, pengobatan dan perawatan dilakukan secara gratis,” kata dia. (wh)