Penurunan NTP Juli 2021 dipengaruhi oleh turunnya NTP di tiga subsektor pertanian yaitu subsektor tanaman pangan yang turun sebesar 0,20 persen; subsektor hortikultura yang turun sebesar 0,25 persen; dan subsektor tanaman perkebunan rakyat yang turun sebesar 1,85 persen.
Sementara itu, NTP pada dua subsektor pertanian mengalami kenaikan di waktu yang sama. Pertama, subsektor peternakan yang naik 1,00 persen. Kemudian subsektor perikanan yang naik 0,51 persen. Dari 34 provinsi yang dihitung NTP-nya, terdapat 15 provinsi yang mengalami penurunan NTP sedangkan 29 provinsi mengalami peningkatan.
Penurunan NTP tertinggi pada Juli 2021 terjadi di Provinsi Riau yaitu sebesar 2,29 persen. Sebaliknya, peningkatan NTP terbesar terjadi di Provinsi DKI Jakarta sebesar 2,58 persen. NTP pada lima provinsi di Pulau Kalimantan mengalami penurunan, kecuali Provinsi Kalimantan Tengah yang naik sebesar 0,62 persen.
Penurunan tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sebesar 0,44 persen dan penurunan terendah terjadi di Kalimantan Timur sebesar 0,13 persen. Sementara itu, NTP mengalami penurunan 0,11 persen di tingkat nasional.
Penurunan NTP di bulan Juli merupakan yang pertama kali terjadi di tahun 2021. Sebelumnya, NTP selalu mengalami kenaikan dari bulan Januari hingga Juni. Yakni 103,62 di bulan Januari, 103,92 di bulan Februari, 104,30 di bulan Maret, 104,86 di bulan April, 105,61 di bulan Mei dan 105,79 di bulan Juni.
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Kamis 12 Agustus 2021 dengan judul Daya Beli Petani Menurun