Untuk itu, ia meminta masyarakat sekitar tidak terpengaruh isu yang tidak valid dan menjadi panik.
"Masyarakat diimbau tetap tenang, dan pastikan informasi dari BMKG, dan sumber resmi lainnya," tulis Tony, dalam siaran tertulis diterima Korankaltim.com, Sabtu siang.
Sementara itu, hingga pukul 14.36 WITA Stasiun Geofisika Balikpapan belum dapat memprediksi, apakah peristiwa serupa terjadi di di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Pegawai Stasiun Geofisika Balikpapan, Catur mengatakan bahwa faktor dari belum dapat diperkirakan lantaran terdapat aktifitas sesar lokal pada daerah titik gempa, ia menjelaskan salah satu faktor munculnya sesar karena pergerakan lempeng, juga adanya aktivitas didalam bumi. Tapi penamaan sesar khusus di daratan, sedangkan di perairan disebut lempeng. "Disebut sesar lokal karena ada indikasi sesar itu baru terbentuk dan jenis gempa bumi kedalaman dangkal," jelasnya Catur.
Selebihnya ia menyampaikan menurut informasi yang berhasil dihimpun dampak yang dirasakan oleh masyarakat setempat berskala MMI (Modified Mercalli Intensity) III, atau setara dengan getaran dirasakan nyata seakan ada truk berlalu, kemudian belum terdapat dampak kerusakan akibat bencana tersebut. "Hasil pemodelan juga menunjukan tidak berpotensi terjadinya tsunami," tandasnya.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi