“Kasus probable satu orang, dan tiga di antaranya telah terkonfirmasi positif. Dimana satu orang bayi juga ikut meninggal dunia. Kami belum tahu bayi ini terkontaminasi dari mana,” terang Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti.
Sedangkan orangtua bayi yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga belum bisa dipastikan apakah positif atau negative apalagi selama ini belum ada penelitian penularan Covid-19 dari ibu ke janin melainkan masih melalui droplet (cairan yang dikeluarkan melalui cipratan hidung atau mulut). “Ini bukan HIV/AIDS, jadi penularan Covid-19 masih dari droplet bukan dari ibu ke janin,” ucap Devi.
Sedangkan untuk kasus probable yang meninggal, datang ke RSUD dengan keluhan sesak napas atau dengan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) berat, dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR, “Tetapi yang bersangkutan sudah dilakukan test antibody dan hasilnya reaktif,” katanya.
Untuk imported case merupakan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun yang bersangkutan bukan warga Tarakan melainkan pendatang dengan berbagai macam tujuan. Ada yang karena pekerjaan, berkunjung ke keluarga, dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk proses vaksinasi tenaga kesehatan di Tarakan pada hari Jumat tersebut sudah ada 597 orang tenaga yang sudah disuntik vaksin Sinovac. Mereka melakukan vaksin di 15 fasilitas kesehatan yang melayani vaksin.
Secara kumulatif, konfirmasi positif Covid-19 di Tarakan sudah mencapai angka 3.386 kasus. Tingkat kesembuhan mencapai 1.925, dan meninggal dunia 49 orang, serta kasus probable yang meninggal sebanyak 3 orang. Sehingga jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan maupun pengawasan sebanyak 1.412 orang. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Sabtu 23 Januari 2021 dengan judul Bayi Usia Satu Bulan Meninggal Terpapar Covid-19