Hanya saja, berdasarkan data SISDMK hingga 5 Januari kemarin, total tenaga kesehatan dan penunjangnya terdaftar sebanyak 7.806 orang. Artinya, butuh 15.612 dosis agar memenuhi kebutuhan vaksin bagi semua data sasaran tersebut. Sementara vaksin yang tiba sesuai alokasi awal hanya sebanyak 10.680 dosis.
“Sesuai sasaran sudah terdata, ada 7.806 orang itu dikali dua menjadi 15.612 dosis. Jadi masih kurang sekitar (hampir) 5000 dosis,” sebut Usman.
Dari data kebutuhan vaksin berdasarkan jumlah yang terdaftar di SISDMK, masih kurang sebanyak 4.932 dosis. Diterangkan lebih jauh oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara Agust Suwandy, bahwa jumlah kekurangan akan dilakukan penambahan.
“Jumlah SDM kesehatan yang sudah di-entry sistem informasi SDM kesehatan sebanyak 7.806 orang. Berarti butuh vaksin 2 kali 7.806 yaitu 15.612 dosis. Karena setiap orang harus mendapatkan dua dosis (dua kali vaksinasi) dengan jeda waktu dua minggu. Dari jumlah vaksin yang dikirim ini, masih ada kekurangan sekitar (hampir) 5 ribuan (4.932) dosis. Nanti ada pengiriman selanjutnya Beberapa hari ke depan,” jelas Agust yang juga Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara.
Namun demikian, dia juga menerangkan bahwa belum ada kepastian seluruh yang terdata akan divaksin. Entry data hanya merupakan gambaran awal jumlah orang yang bakal diberi vaksin. Namun, harus dilakukan pelacakan atau penelusuran terlebih dahulu terhadap riwayat penyakit setiap orang.
“Setiap entry data memang harus isi data kesehatan, sebagai gambaran apakah dapat diberikan vaksin. Tapi nanti tetap ada skrining dan pemeriksaan saat akan divaksin. Disitu nanti setelah di skrining, apakah dia lanjut divaksin, atau ditunda, atau bahkan tidak boleh divaksin,” tutup Usman. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di korankaltara.com hari Rabu 6 Januari 2021 dengan judul Kaltara Kekurangan 4.932 Dosis