Dinilai Tak Maksimal Berdayakan Warga Lokal
2 menit baca1.799 kali dibaca
TANA TIDUNG – Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Tana Tidung (KTT) cukup dominan dan hampir merata berada di sejumlah kecamatan. Seperti Kecamatan Sesayap dan Kecamatan Sesayap Hilir misalnya, dari dua kecamatan ini beroperasi sekitar tiga perusahaan yang perusahaan induknya sama. Akan tetapi banyak keluhan dari warga sekitar dengan keberadaan perusahaan dimana perusahaan terkesan lebih suka mengambil orang dari luar daerah daripada mengambil warga lokal, hal ini ditenggarai oleh minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki warga lokal.
Sebagai informasi, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikuasai perusahaan induk PT Teknik Utama Mandiri (TUM) menggarap lahan sekitar 30 ribu hektare dengan pengelolaan lahan tani 10 ribu tiap perusahaan dengan sejumlah estate (camp) dari PT, Anugrah Kembang Sawit Sejahtera (AKSS) hingga dipercayakannya kontraktor lainnya. Ini berarti dengan keluasan lahan garapan pertanian tersebut sudah selayaknya perusahaan membuka diri memberi kesempatan kepada warga lokal yang membutuhkan pekerjaan, mengingat keberadaan perusahaan mereka tersebut.










