Dikonfirmasi terkait progress perombakan Perusda tersebut, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bulungan Drs Syafril mengakui, memang belum ada perkembangan yang berarti. Dikatakannya, meski sudah sering dilakukan pembahasan, belum ada solusi terbaik atau belum diperoleh formulasi yang diperkirakan tepat. Belum lagi, berkaitan dengan kepengurusan Perusda yang masih perlu disempurnakan.
“Belum ada kabar berarti terkait itu (Perusda). Memang harapan kita Perusda itu kita maksimalkan. Kalaupun memang kepengurusan harus disempurnakan, kita lakukan. Tapi lagi-lagi, kita masih terbentur dengan anggaran. Kan kalau itu terbentuk kita juga drop (alokasikan) anggaran,” ujarnya.
Disinggung soal anggaran untuk Perusda, terutama terkait dengan modal, Syafril menegaskan, meski pada dasarnya ada ketentuan yang sayogianya daerah menyiapkan itu, namun demikian kondisi keuangan saat ini diakuinya belum bisa memaksimalkan hal tersebut. “Kalau di aturan mainnya ada, sampai sekian miliar begitu kan. Ya sebenarnya perusdanya ada saja. Sanya saja, itu tadi macam mati suri,” terang Syafril.
Dengan kondisi tersebut, Syafril mengaku, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Bahkan dalam jangka pendek menurutnya masih berupaya memaksimalkan yang ada dulu, sambil melihat perkembangan. “Kita juga akan mengadakan rapat kembali. Memang ini berkali-kali kita rapatkan. Namun pertimbangannya jika kita hidupkan, kita cari ketua dan lainnya sebagai pengurus, duit kita mana. Nah, itu kendalanya. Termasuk juga pilihan jenis usaha apa yang akan kita sepakati,” ungkapnya.
Sekkab mengatakan, dalam jangka panjang, Pemkab Bulungan berencana pada 2019 mendatang, akan lebih dimaksimalkan perngelolaannya. Oleh karena itu sejumlah opsi untuk mensiasati pengembangan Perusda juga telah diprogramkan tahun depan. “Ya, mudahan 2019 bisa kita aktifkan kembali. Sementara kita cari napas lah dulu (atur strategi dan kesiapan anggaran),” tandasnya. (an)