Efek barang-barang kedaluwarsa itu, menurut John, secara tidak sengaja akan menganggu saluran pencernaan ketika dikonsumsi. “Biasanya itu langsung sakit perut, mual-mual, diare dan sembelit atau usus yang terputar bahkan kalau skala besar kemungkinan bisa dioperasi, karena ada sumbatan saluran usus,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, berdampak buuk pada bagi wanita hamil. “Jika dikonsumsi wanita hamil, tentu cukup berbahaya. Karena asupan itu bisa menyuplai kepada cabang bayi. Sehingga nutrisi bisa meracuni dan mengganggu kepada jabang bayi itu,” ungkapnya.
Langkah pertama saat keracunan bisa segera menetralisirnya dengan minum susu dan air kelapa. “Jadi dengan dua itu yang paling mudah. Kalau mengkonsumsi obat-obatan lagi, dikhawatirkan bisa memberi reaksi yang berlawan. Jadi sarannya bisa minum susu dan air kelapa,” sebutnya.
John menambahkan, air putih yang dikonsumsi sebanyak-banyak juga bisa merangsang racun tersebut. “Jadi secepatnya banyak minum air mineral sehingga merangsang untuk muntah. Racun yang akan masuk di fase awal menuju usus kecil dan besar tidak jadi. Karena sudah dikeluarkan oleh lambung,” bebernya.
Selama ini, kata dia, kasus keracunan produk kemasan yang kedaluwarsa belum ditemukan di Malinau. “Sejauh ini belum ada informasi terkait keracunan. Tapi kalau diluar daerah tentu sudah kita dengar, baik dari media sosial maupun elektronik,” ungkapnya.
Dia menginmbau masyarakat di Malinau ketika berbelanja kebutuhan rumah tangga bisa melakukan pengecekan terlebih dulu. “Saat membeli harus diperhatikan dulu,” pungkasnya. (man218)