Kepala Diskominfo Bulungan Zulkifili Salim menegaskan, terkait pelayanan dari pihak ketiga, dalam hal ini Telkom, diminta untuk meningkatkan kualitas jaringannya. Terutama untuk jaringan yang digunakan program smart city. Tak dipungkiri, kata dia, sejauh ini, di wilayah Bulungan kerap terjadi kerusakan jaringan. Termasuk pada fasilitas smart city.
“Selain kerjasama agar diperkuat (jaringannya), inovasi juga perlu dilakukan agar tidak terkesan monoton. Dalam hal ini Diskominfo hanya fasilitator saja. Penyalur utama adalah Telkom,” ujarnya.
Dikatakan Zulkifli, dalam hal jaringan, sesuai hasil kesepakatan yang dilakukan, pihak PT Telkom selaku penyedia, menyatakan saip melakukan perbaikan-perbaikan. Sehingga ke depan bisa semakin lancar. Selain itu dirinya juga berharap agar gangguan jaringan diminimalisir. “Kalau bisa, ada feedback dari Telkom dan langkah riil untuk perbaikan jaringan,” tegas pria yang sebelumnya menjabat sebagai asisten II Setkab Bulungan bidang pembangunan itu.
Sementara itu, sesuai informasi dari PT Telkom, saat ini pihaknya sedang mengupayakan jaringan melalui kabel bawah laut. Ditargetkan jika tahun ini bisa tereliasai, gangguan jaringan akan bisa diminimalisir.
Zulkifli menambahkan, program smart city sendiri sudha berjalan sejak 2015 lalu. Mengingat semakinnya menurunnya nilai belanja anggaran. Tiap tahun terus mengalami penurunan jumlah spot fasilitas Wifi. Dari tahun sebelumnya (2017) sekitar 44 spot di 22 titik yang aktif, 2018 ini hanya mampu 17 titik saja.
Disebutkan, jika pada 2017 lalu anggaran untuk smart city mencapai Rp250 juta, di 2018 ini hanya terakomodir sekitar Rp108 juta saja. Namun demikian, dalam hal pelayanan pihaknya mengupayakan semaksimal mungkin.
“Nah, harapan kami akses internet gratis ini dapat memberikan nilai positif dan mensupport bagi pemanfaatan tehknologi informasi yang semakin luas dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, bisnis, perdagangan dan lain-lain,” katanya.
Selain itu, lanjut Zulikifli, keberlanjutan program ini juga harus didukung dengan kualitas jaringan. Dan itu juga merupakan komitment dan tanggung jawab oleh pihak Telkom sebab keberhasilan program ini juga bergantung pada jaringan yang memadai. (an)