“Pembangunan kolam ini menggunakan anggaran melalui APBD tahun 2017 lalu dan sekitar setahun ini tidak dilanjutkan pembangunannya sehingga masyarakat mempertanyakan langsung ke Kepala Desa (Kades) nya masing-masing mengapa kolam yang mereka harapkan akan dapat merealisasikan kebutuhan perekonomian mereka ternyata tak selesai dikerjakan,” ujarnya.
Saat pembukaan kolam ikan air tawar ini pemerintah desa dan masyarakat menyiapkan lahan yang siap bangun, bahkan sebagian mereka membuka lahan secara swadaya supaya adanya percepatan pembangunan kolam tersebut, mengingat masyarakat dua desa ini rata-rata tidak mempunyai penghasilan tetap, artinya melalui pengelolaan kolam ini nantinya akan mempermudah jalan masyarakat mendapatkan penghasilan setiap waktunya.
“Sudah banyak angan-angan masyarakat akan kolam ini, tapi masyarakat terus menunggu namun tidak ada juga kelanjutannya bahkan jalan menuju kolam ini sudah tertutup semak belukar dan menjadi hutan kembali, bagaimana ini tindak lanjutnya?,” ujarnya mempertanyakan.
Dengan keluasan masing-masing kolam yakni 20 kali 30 meter persegi ini rencananya akan dipelihara ikan nila, ikan mas dan ikan patin akan tetapi rencana hanya tinggal rencana karena kolam untuk memelihara ikan tersebut belum ada tanda-tanda akan selesai pengerjaannya, padahal pemerintah kabupaten (pemkab) sendiri target melakukan peningkatan produksi pertanian, peternakan termasuk perikanan sendiri akan tetapi realisasinya masih jauh dari harapan masyarakat.
“Bukan hanya dua desa ini yang mengeluh dan mempertanyakan kelanjutan pembangunan kolam ikan air tawar ini tapi juga ada sejumlah desa yang juga mengalami hal yang sama, sebagai penduduk yang berasal dari Desa Seputuk saya menilai bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat bukan hanya pada pembangunan fisik yang menyangkut sarana prasarana (sapras) umum saja akan tetapi menyangkut peningkatan perekonomian masyarakat yang diajarkan untuk mandiri, salah satunya dengan adanya kolam ikan air tawar ini, masyarakat sangat berharap ini segera dilanjutkan supaya ada penghasilan tetap bagi masyarakat nantinya,” pintanya. (ifa)