“Harapan kita bisa dapat bantuan melalui, dana Tugas Pembantuan (TP) dari kementerian. Selain itu, kita juga usulkan Bankeu (Bantuan Keuangan) ke Provinsi. Tapi berbeda lagi usulan kita itu. Khusus TP, kita minta Rp20 M,” ujarnya.
Usulan tersebut, lanjut dia, direncanakan untuk rehab sejumlah puskemas, dan juga penambahan bangunan dan ruangan di RSD. Dr. H. Soemarno Sosroatmodjo di Tanjung Selor. Khususnya untuk bangunan rumah sak, t berupa ruang perawatan kelas III.
“Saya kurang tahu berapa luasan dan bangunan yang akan dibangun. Tapi yang pasti ada tambahan. Dan tahun ini insya Allah bisa sarana itu, dengan Alkesnya. Karena direncanakan bakal ada dokter spesialis tambahan, jadi fasilitas juga harus mendukung,” jelas Budi.
Mengenai realisasi bantuan tersebut, masih belum dipastikan. Meski usulan ditegaskannya sudah masuk dikementrian. “Sudah ada koordinasi ke kekementerian kesehatan dan kami yakin itu bakal diakomodir. Kita tunggu saja,” katanya.
Selai TP, di 2018 ini Dinkes juga bakal mendapat bantuan sekitar Rp20 miliar melalui DAK, yang diperuntukkan kegiatan peningkatan pelayanan di Puskesmas.
“Sekarang ini perkembangan daerah juga mempengaruhi pertumbuhan penduduk, dan mau tidak mau kesehatan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat menjadi urgen agar pelayanannya maksimal. Nah melalui DAK, kita dapat bantuan alhamdulilah sebab kalau hanya menngharap di APBD anggaran kita kecil,” sebutnya.
Dari Rp20 miliar itu, Rp6 miliar di antaranya untuk kegiatan fisik berupa perbaikan kecil-kecilan yang bisa digunakan oleh sekitar 12 pusekesmas yang ada di 10 kecamatan di Bulungan. Sementara sisanya Rp14 milar bisa digunakan untuk kegiatan operasional Puskesmas.
“Semua Puskesmas bakal dapat dari anggaran itu. Nantinya dibagi-bagi, tapi intinya jika dapat bantuan seperti ini. Bukan hanya keuangannya, tapi bagaimana pelayanan kita ditingkatkan karena itu menjadi tuntutan masyarakat juga,” pungkasnya. (an)