Memang kita tidak mencapai 100 persen, karena ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan,” ungkap Isnaini.
Dikatakannya, ada kegiatan melalui DAK yang batal dilaksanakan. Yaitu ada di Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (Disdikbud) Bulungan. Berupa kegiatan pengadaan barang dan jasa. Kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan, karena persoalan teknis.
Hal yang sama juga terjadai pada pengadaan kendaraan operasional oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) yang akhirnya gagal. “Kendalanya, meski pada 2016 lalu sudah diusulkan melalui e-katalog yang merupakan aplikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah. Saat itu jenis dan harga barang tersedia. Namun begitu setelah ditindaklanjuti di 2017, ternyata pada e-katalog harga yang sudah tentukan sebelumnya berubah, sehingga pengadaan barang yang dimaksud tidak bisa dilakukan,” terangnya.
Disinggung besaran anggaran untuk kegiatan yang gagal itu, dirinya tak menjelaskan secara detail. “Yang jelas, batalnya dua kegiatan itu karena kendala teknis. Saat ini kita kembali lagi mengurusi DAK 2018, dan harus melakukan beberapa tahapannya. Meski tak signifikan, setidaknya DAK kita pada 2018 ini ada kenaikan,” kata dia.
Isnaini mengatakan, DAK Bulungan 2018 naik dari sebelumnya. Informasi yang diperoleh, DAK untuk Bulungan pada 2018 mencapai Rp162 miliar. Meningkat sekitar Rp32 miliar dibanding 2017 yang hanya sekitar Rp130 miliar saja. Dana ini akan dialokasikan untuk kegiatann fisik maupun non fisik. “Meningkatnya DAK ini, mudah-mudahan bisa sedikit menutupi kebutuhan anggaran untuk pembangunan di Bulungan,” pungkasnya. (an)