Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan sendiri, mengaku sudah mengusulkan anggaran untuk pembangunan sekolah pada 2017 ini. Namun karena kondisi keuangan daerah, melalui APBD tidak dialokasikan.
Kepala Disdikbud Bulungan Jamaluddin Saleh mengatakan, pihaknya sebelumnya sudah mengusulkan anggaran sekitar Rp 16 miliar untuk pembangunan gedung permanen dua lantai dengan fasilitas penunjang seperti ruang kelas dan juga ruang guru untuk SDN 019 Tanjung Selor.
“Seperti kita ketahui, kita (Bulungan) masih defisit anggaran. Sehingga tidak bisa membangun sekolah itu, rencananya kemarin mau dibangun dengan proyek multiyears,” ujarnya kepada Koran Kaltara belum lama ini.
Sementara itu, pihaknya belum bisa mengusulkan anggaran untuk pembangunan itu ke pusat. Karena sebelumnya sudah ada perencanaan yang dibuat untuk pembangunan melalui APBD. “Harus pakai APBD, tapi kalau nanti bisa kita sesuaikan perencanaannya. Kita masih dalam tahap berupaya,” kata Jamaluddin.
Sambil menunggu pembangunan gedung sekolah, seluruh murid dan juga guru harus tetap menumpang di SDN 003. Kalaupun jumlah murid yang terus berkurang sejak menumpang, menurut Jamaluddin, hal itu sudah menjadi konsekuensinya.
“Sudah konsekuensinya, kalau siswanya sedikit. Tapi kita tetap harus optimis, tetap semangat. Kita masih berupaya untuk mencari dana-dana yang lainnya untuk membangun sekolah tersebut, agar murid bisa belajar dengan nyaman,” pungkasnya.
Untuk diketahui juga, asal mula gagalnya pembangunan sekolah (SDN 019) adalah persoalan sengketa lahan. Lahan sekolah diklaim milik warga, hingga akhirnya berlanjut ke proses hukum yang terus berlarut hingga bertahun-tahun. (ike815)