Dikatakannya sekolah tersebut baru dibangun dua tahun lalu, tetapi sudah sekrang rusak. Bukan hanya itu, dalam tulisannya ia juga mengklaim salah satu oknum pegawai dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinakertrans) sempat mengancam masyarakat, agar tidak memberitahukan kondisi tersebut ke media atau sejumlah LSM lainnya. Apalagi sampai mengundang wartawan. Kalau itu dilakukan, yang bersangkutan akan dipulangkan ke kampung asalnya.
Dikonfirmasi terkait keluhan tersebut, Selasa (19/12), Kepala Disnakertrans Bulungan Sutrisno, belum menjelaskan secara detail kondisi yang dimaksud. Namun dia menegaskan, soal adanya tuduhan ancaman dari salah satu pegawainya, itu tidak benar. “Tidak ada, nanti saya jelaskan kalau sudah pulang dari dinas,” katanya singkat. Saat dihubungi Sutrisno masih di luar daerah.
Meski demikian berkaitan dengan kondisi bangunan sekolah dan jembatan yang rusak, Sutrisno menegaskan, sejumlah pembangunan itu tidak masuk dalam proyek yang dilakukan pihaknya. “Jadi begini WC dan jembatan menuju ke sekolah itu tidak termasuk dalam anggaran proyek. Tetapi itu merupakan sumbangan dari pihak rekanan pelaksana pekerjaan kegiatan,” jelasnya.
Menurut dia, sekolah yang dibangun itu cukup jauh jaraknya dari badan jalan, dan sekolah memerlukan halaman luas agar cukup untuk dimaksimalkan saat bermain atau olahraga. Kemudian oleh rekanan kerja yang melakukan kegiatan pembangunan bersedia membantu membuatkan jembatannya.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala mengatakan, hingga kemarin dirinya belum mengetahui pasti info yang sudah menyebar dan mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat itu. (an)