Penerima PKH Bertambah, 30 Persen Tak Layak
2 menit baca802 kali dibaca
TANJUNG SELOR – Penerima manfaat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) di Bulungan, pada 2018 mendatang dipastikan bertambah. Penambahan tersebut juga berlaku secara nasional. Setidaknya ada sekitar 10 juta penerima PKH secara nasional.
Khusus di Bulungan diketahui, pada 2018 mendatang jumlah penerima sekitar 4.227 KK, dari sebelumnya pada 2017 sekitar 2.027 kepala keluarga (KK).
Namun demikian informasi yang dihimpun, Dinas Sosial (Dinsos) Bulungan memastikan hanya sekira 70 persen yang layak menerima, dengan kata lain dari jumlah seluruhnya 30 persen di antaranya tak layak menerima dan masuk dalam program PKH.
“Pada 2017 ini jumlah KPM PKH yang ada berjumlah 2.027, namun dengan adanya penambahan 10 juta KK secara nasionak, maka pada 2018 akan bertambah menjadi 4.227 KPM PKH. Tapi setelah verifikasi dan validasi ternyata dari 2.200 penambahan di 2018, yang memenuhi syarat hanya sekitar 70 persennya saja atau sekira seribu lebih,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Bulungan, Haen Hasan.
Dijelaskannya, PKH tersebut merupakan bantuan sosial Non tunai bagi warga miskin mampu yang sifatnya bersyarat. Sehingga dapat dikatakan program tersebut bukan untuk keluarga tidak mampu. “Jadi beda, karena keluarga tidak mampu tidak identik dengan fakir miskin, tetapi jika fakir miskin sudah pasti tidak mampu. Sedangkan keluarga tidak mampu, belum tentu masuk dalam kategori fakir miskin,” jelasnya.
Menurut Haen, PKH merupakan program bersyarat, ada kriteria yang harus dipenuhi oleh fakir miskin, seperti yang bersangkutan dalam kondisi hamil atau memiliki anak balita, mempunyai anak usia sekolah, salah satu anggota keluarga penyandang disabilitas berat, serta dalam keluarga terdapat lanjut usia (Lansia). “Jika syarat tak terpenuhi maka akan dilakukan pembinaan bahkan bantuan seperti bantuan non tunainya dihentikan sementara,” sebutnya.
Diketahui bantuan tersebut berupa uang, namun sifatnya non tunai, karena masing-masing penerima dibuatkan ATM dan diterima setiap tri wulan dengan totalnya Rp 1.890.000 per keluagra penerima manfaat.
“Ada sekitar Rp3.831.030.000 dana melalui APBN yang disalurkan untuk 2027 penerima kita di Bulungan tahun 2017 ini. Tahun depan tentu saja bertamabah, karena penerima juga bertambah,” pungkasnya. (an)










