Untuk melakukan tindakan antisipasi pihaknya menurunkan personel satu pleton dan menginstruksikannya agar on boat diwilayah desa-desa atau titik yang diperkirakan rawan terjadinya hal tersebut, dengan meningkatkan intensitas penjagaan, lakukan sweeping, pantauan ke sejumlah pelabuhan-pelabuhan tikus (jalur yang mudah dimasuki oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab), dengan tujuan dapat mencegah atau mengantisipasi terjadinya penyebaran paham-paham radikalisme ini nantinya.
“Untuk sweeping dan pemantauan disejumlah titik telah kita lakukan dan kita tidak menginginkan wilayah-wilayah di Provinsi Kaltara ini pula akan terjadi hal seperti itu, makanya sejak dini kita lakukan antisipasi, karena dengan hal sekecil apapun bisa menimbulkan konflik dan saat konflik dipastikan radikalisme akan turut pula terjadi,” tambahnya.
Selain itu untuk mencegah terjadinya radikalisme, Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di KTT khususnya agar hidup saling menghormati, menghargai dan tetap bersatu meski berbeda suku, agama dengan mengedepankan Bhinneka Tunggal Ika supaya keberlangsungan kerukunan antar umat dan masyarakat akan terus terjaga dan terpupuk dengan baik kedepannya.
Sebagai informasi kunjungan yang dilakukan oleh Pangdam VI Mulawarman tersebut di KTT yang didampingi langsung oleh Bupati, Undunsyah bersama Wakil Bupati, Markus yakni untuk memastikan wilayah bagian utara tersebut dalam keadaan aman dan terkendali, kendati hanya beberapa jam saja ia berkunjung namun ia mengungkapkan apresiasinya terhadap antusiasme dan kerukunan masyarakat yang ada di KTT ini, berharap keadaan ini akan terus terjaga supaya keamanan, keselamatan masyarakat yang ada didalamnya terus terjaga. (ifa)