Depe secara tegas merasa dipermalukan dengan beredarnya video tersebut. “Dampaknya ya saya dipermalukan. Video di situ kan saya dikatain monyet-monyet,” kata Dewi Perssik.
Depe kembali menyatakan bahwa dirinya masuk ke jalur Transjakarta yang dilarang untuk umum atsa perintah dari Patwal yang selama perjalanan mengantarkannya. Ditambah lagi ketika dirinya membawa seorang asisten yang terkena serangan asma.
“Padahal kan saya di sini masuk jalur busway atas perintah polisi bukan asal-asalan. Juga, saya bawa orang sakit, yang saya tanya hati nuraninya di mana. Tapi bukan berarti terus mereka semena-mena,” imbuhnya.
Apa yang beredar di media sosial tak tampak seperti sebenarnya. Karena pada waktu itu Depe hanya berusaha menghalangi masyarakat yang berusaha melakukan main hakim sendiri terhadap Angga Wijaya. Ia pun menantang kepada semuanya untuk melihat kronologi lewat CCTV.
“Saya waktu itu cuma tolongin dia takut digebukin sama orang. Jadi saya ada ditengah-tengah pakai daster, kan ada CCTV mas mbak bisa dilihat. Semua itu kita pakai bukti, karena kalau kita sekarang saut-sautan semua akan merasa benar. Tapi kalau sudah ada bukti ada CCTV, kita nggak bisa ngomong apa,” tukas Dewi Perssik. (bc)