Dalam beberapa tahun terakhir, tempat yang sama telah menjadi tuan rumah pertunjukan oleh artis-artis seperti Taylor Swift, Rolling Stones dan Kendrick Lamar .
Konfirmasi itu datang bersamaan dengan kampanye yang mencolok di jalanan Paris dimana hampir 250 papan reklame yang menampilkan judul-judul lagu ikonik Dion seperti “Pour que tu m'aimes encore”, “Power of Love” dan “S'il Suffisait d'Aimer”, tersebar di seluruh kota yang semakin memicu rumor tentang pengumuman yang akan segera dilakukan.
Majalah Variety adalah media berbahasa Inggris pertama yang mengkonfirmasi berita tersebut. Perwakilan penyanyia berusia 57 tahun itu sendiri tidak segera menanggapi permintaan komentar dari pers.
Kembalinya penyanyi berjulukan Queen of Power Ballads itu ke panggung di Paris memiliki sejarah yang sudah berlangsung beberapa tahun. Konser awalnya dijadwalkan untuk tahun 2020 di tempat yang sama sebagai bagian dari Courage World Tour -nya, tetapi dua kali ditunda karena pandemi Covid-19 dan kemudian karena masalah kesehatan serius yang diderita si penyanyi.
Pada tahun 2022, Celine Dion didiagnosis mengidap Sindrom Orang Kaku (Stiff Person Syndrome /SPS), penyakit neurologis dan autoimun langka yang menyebabkan kekakuan otot dan seperti yang dijelaskan penyanyi itu sendiri dalam sebuah pernyataan, memengaruhi setiap aspek kehidupan sehari-harinya, sehingga menyulitkannya untuk berjalan dan menggunakan pita suaranya secara normal.
Sejak saat itu, Dion menjalani rutinitas terapi intensif untuk hidup dengan penyakit tersebut, yang hingga kini belum diketahui obatnya. “Lima hari seminggu saya menjalani terapi atletik, fisik, dan vokal. Saya melatih jari kaki, lutut, betis, jari tangan, nyanyian, dan suara saya,” katanya pada tahun 2024 kepada majalah Rolling Stone. “Saya harus belajar hidup dengan ini sekarang dan berhenti mempertanyakan diri sendiri,” tambahnya.
Momen kembalinya yang paling berkesan dalam perjalanan pemulihannya terjadi pada Juli 2024, ketika ia memberikan penampilan emosional di upacara pembukaan Olimpiade Paris , membawakan lagu klasik Edith Piaf berjudul Hymne à L'amour dengan Menara Eiffel sebagai latar belakang.
Beberapa bulan kemudian, ia kembali ke panggung di peragaan busana 1001 Seasons karya Elie Saab di Arab Saudi, di mana ia membawakan lagu "The Power of Love" dan "I'm Alive".
Perjuangannya melawan penyakit tersebut didokumentasikan dalam film I Am: Céline Dion , yang dirilis pada tahun 2024 dan disutradarai oleh Irene Taylor .
Selain itu, sang artis baru-baru ini berpartisipasi dalam sebuah film dokumenter yang ditayangkan oleh saluran Prancis M6 tentang kolaborasi kreatifnya dengan penyanyi-penulis lagu dan produser Jean-Jacques Goldman.
Jika konser-konser tersebut benar, ini akan menjadi rangkaian penampilan solo pertama Celine Dion sejak musim semi 2020, ketika ia menggelar pertunjukan besar terakhirnya di New York.
Tahun lalu juga beredar rumor tentang kemungkinan partisipasinya dalam Kontes Lagu Eurovision 2025 yang diadakan di Swiss, negara tempat ia memenangkan kontes tersebut pada tahun 1988 dengan membawakan lagu Ne Partez Pas Sans Moi. Namun, perwakilannya dengan tegas membantah Celine akan menghadiri, tampil atau mempresentasikan acara tersebut.
Editor: Aspian Nur