Jumat, 30/01/2026

Jackie Chan Siapkan Lagu yang Rilis Saat Dirinya Meninggal Dunia

Jumat, 30/01/2026

Jackie Chan (kanan) dalam film "Unexpected Family" yang diharapkannya bisa membantu meningkatkan kesadaran tentang penyakit Alzheimer. (cuplikanvideo)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Jackie Chan Siapkan Lagu yang Rilis Saat Dirinya Meninggal Dunia

Jumat, 30/01/2026

logo

Jackie Chan (kanan) dalam film "Unexpected Family" yang diharapkannya bisa membantu meningkatkan kesadaran tentang penyakit Alzheimer. (cuplikanvideo)

KORANKALTIM.COM - Jackie Chan mengejutkan publik dengan mengungkapkan kalau dirinya sudah merekam sebuah lagu yang hanya akan dirilis setelah kematiannya yang disebutnya sebagai "pesan terakhirnya untuk dunia".

Pengakuan itu disampaikan actor dunia tersebut 28 Desember lalu saat pemutaran perdana film drama barunya, Unexpected Family  di Beijing, China.

Melansir dari laman China.org.cn,  dengan terlihat emosional saat berbicara kepada mereka yang hadir, aktor berusia 71 tahun itu menjelaskan kehilangan teman dekat dan orang-orang terkasih dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah pandangannya tentang kehidupan secara mendalam.

Pengalaman-pengalaman itu mendorongnya untuk mengekspresikan diri dengan lebih jujur dan hidup sepenuhnya di masa kini, tanpa menunda kata-kata atau keputusan penting. “Saya merasa semua yang ingin saya katakan, harus saya katakan sekarang; semua yang ingin saya lakukan, harus saya lakukan segera,” kata Jackie Chan.

Dalam masa perenungan pribadi ini, sang seniman memutuskan untuk menuangkan pemikiran terakhirnya ke dalam sebuah lagu yang telah direkam, tetapi tetap belum dirilis atas permintaan keluarga dan tim manajemennya. Lagu tersebut baru akan dipublikasikan pada hari kematiannya.

Selama acara tersebut, beberapa penonton memintanya untuk membawakan sebagian kecil lagu, sebuah permintaan yang ditolak Jackie Chan dengan nada bercanda, seraya memastikan hal itu akan membuat orang-orang yang hadir menangis.

Dalam konteks yang sama, ia mengenang bagaimana di masa mudanya ia berfantasi tentang meninggal muda saat melakukan aksi berbahaya untuk mencapai status legendaris di dunia perfilman. Namun saat ini ia mengakui dirinya tidak lagi memiliki obsesi tersebut dan menghargai waktu dan kehidupan dengan cara yang berbeda.

Unexpected Family merupakan titik balik penting dalam karier aktor tersebut, yang dikenal di seluruh dunia karena peran-peran laga dan komedi fisiknya.

Dalam film tersebut, Chan memerankan seorang pria lanjut usia penderita Alzheimer yang salah mengira penyewa rumahnya sebagai anaknya, sehingga membentuk rumah tangga yang tidak biasa dengan beberapa orang asing. 

Sang aktor menyatakan peran ini mencerminkan keinginannya untuk diakui sebagai seorang pemain yang serba bisa, diluar sekadar kung fu. “ Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa saya adalah seorang aktor yang menguasai kung fu , bukan hanya bintang laga,” ujar Jackie.

Dalam konteks itu, ia juga menyampaikan penyesalan profesional: ketertarikannya di masa lalu untuk berpartisipasi dalam film klasik karya Chen Kaige, Farewell My Concubine (1993).

Menurutnya, perusahaannya menolak ide tersebut karena batasan ketat yang diberlakukan pada citra publiknya saat itu, batasan yang tidak ada lagi saat ini.

Jackie Chan juga berbicara tentang penuaan, yang ia gambarkan sebagai sebuah hak istimewa. Sebagai ilustrasi, ia menyebutkan sebuah video berita baru-baru ini di mana seorang anak di Gaza mengklaim bahwa anak-anak di sana tidak dapat tumbuh dewasa. " Kita para lansia benar-benar beruntung dan bahagia ," ujarnya.

Menurut China.org.cn , aktor tersebut tertarik pada Unexpected Family karena ceritanya terinspirasi oleh nenek sutradara Li Taiyan, yang mengingatkannya pada ibunya sendiri.

Sebagai bagian dari persiapannya, bintang Hollywood itu menghabiskan waktu mengamati pasien di rumah sakit untuk lebih memahami penyakit tersebut. Lebih jauh lagi, selebritas itu mengungkapkan harapannya bahwa film tersebut akan membantu meningkatkan kesadaran tentang Alzheimer dan menumbuhkan empati yang lebih besar bagi mereka yang menderita penyakit tersebut.

Mengenai proyek-proyek mendatangnya, Jackie Chan mengkonfirmasi partisipasinya dalam film komedi kung fu Panda Plan 2 , yang dijadwalkan tayang saat Festival Musim Semi, dan dalam sekuel film aksi The Shadow's Edge , yang produksinya akan dimulai pada akhir tahun 2026.

Sang aktor mengakhiri pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih kepada para penggemarnya atas dukungan mereka yang tak henti-hentinya dan meyakinkan mereka bahwa, selama ia masih mampu berakting, ia berharap dapat terus membuat setidaknya satu film per tahun, mengeksplorasi berbagai genre film.


Editor: Aspian Nur

Jackie Chan Siapkan Lagu yang Rilis Saat Dirinya Meninggal Dunia

Jumat, 30/01/2026

Jackie Chan (kanan) dalam film "Unexpected Family" yang diharapkannya bisa membantu meningkatkan kesadaran tentang penyakit Alzheimer. (cuplikanvideo)

Share

Berita Terkait