Pada akhir Oktober lalu, keluarga mengonfirmasi Sean Connery meninggal dunia pada usia 90 tahun. Namun kala itu, pihak keluarga tidak menyebutkan secara gamblang penyebab kematian salah satu aktor terbaik tersebut.
Upacara pelepasan untuk aktor tersebut dilakukan tertutup, termasuk pada saat kremasi. Pihak keluarga hanya menyatakan bahwa abu jenazah Sean Connery dibawa ke Skotlandia, sesuai dengan permintaan terakhir pemeran James Bond pertama itu.
"Kami akan membawa Sean kembali ke Skotlandia. Itu adalah permintaan terakhirnya. Dia ingin abunya ditabur di Bahamas dan juga di kampung halamannya," ujar istri Connery, Micheline Roquebrune. "Kami ingin mengadakan kebaktian untuk mengenang dia di Skotlandia. Itu harapan kami. Namun, kami belum bisa memastikan kapan itu akan terwujud," tutur Roquebrune.
Aktor kelahiran Skotlandia ini menjadi salah satu bintang film internasional paling populer pada masanya. Connery, yang telah lama dianggap sebagai salah satu aktor terbaik yang memerankan mata-mata ikonik, dianugerahi gelar bangsawan oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 2000 silam.
Connery pun tercatat memerankan ragam film yang laris di layar kaca. Setelah menjadi pigeonholed sebagai Agen 007 dari karakter garapan Ian Fleming, ia kemudian memulai karakter melenceng seperti di film The Wind and the Lion, The Man Who Would Be King dan Indiana Jones and the Last Crusade.
Connery tercatat sebagai aktor pertama yang membawa peran James Bond ke layar lebar, yang kemudian dilanjutkan oleh aktor lain seperti Roger Moore, Daniel Craig dan Pierce Brosnan. Connery pun tercatat tampil di tujuh film thriller mata-mata di antaranya Dr No, From Russia with Love dan Goldfinger.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di CNNIndonesia.com hari Senin 30 November 2020 dengan judul : Penyebab Kematian Sean Connery Terungkap.