“Ada bukti bahwa wanita menghabiskan lebih lama untuk tugas rumah tangga daripada pria dan saya pikir mereka juga melakukan lebih banyak pekerjaan emosional. Jadi, mereka masih mengerjakan lebih banyak pekerjaan rumah tangga dan memasak, serta hal-hal yang lebih emosional,” ujar Profesor Emily Grundy dari University of Essex yang dikutip Independent, Selasa (14/11/2017).
Wanita juga menghabiskan lebih banyak waktu, dan uang untuk pemeliharaan penampilan. Selain itu, wanita melakukan lebih banyak pekerjaan dan berusaha lebih keras dalam menyelesaikan masalah atau argumen. Jadi, berada dalam jalinan hubungan biasanya akan melibatkan banyak usaha untuk seorang wanita.
Terlebih lagi, wanita hanya lebih bahagia menjadi lajang daripada pria. Wanita lebih baik bersosialisasi dengan diri sendiri dan cenderung memiliki teman dekat yang ada saat dibutuhkan.
“Wanita cenderung lebih baik dalam memiliki jaringan sosial alternatif dan kepercayaan lainnya. Sedangkan laki-laki cenderung bergantung pada istri mereka, dan memiliki lebih sedikit ikatan sosial lainnya,” jelas Dr Grundy.
“Ada temuan dari banyak penelitian bahwa wanita yang tidak memiliki pasangan cenderung melakukan lebih banyak aktivitas sosial dan lebih banyak teman dibandingkan mereka yang mempunyai pasangan. Sedangkan pria justru sebaliknya. Jadi, mungkin wanita memiliki pilihan yang lebih luas,” tambahnya.
Ada juga fakta bahwa stigma menjadi wanita lajang berubah secara bertahap. Masyarakat akhirnya menyadari, banyak wanita lajang tidak dalam hubungan karena mereka benar-benar bahagia bersikap mandiri, melakukan apapun yang diinginkannya. (okz)