Pertama, pasangan paruh waktu. Dalam hubungan ini, melibatkan dua orang yang saling bertemu satu atau dua kali dalam seminggu dan memiliki hubungan terbuka. Pasangan ini mungkin atau mungkin tidak melakukan kontak selama tidak bertemu. Dalam beberapa kasus, pasangannya hanya satu atau monogami, namun menolak melanjutkan hubungan yang lebih serius seperti pacaran atau bahkan menikah.
Kedua, hubungan berjenjang. Ini merupakan pengalaman yang umum terjadi lewat aplikasi kencan, hubungan berjenjang melihat orang-orang dan memeringkatkan orang-orang yang mereka lihat dalam aplikasi kencan mereka. Seringkali, ada ketidakcocokan antara dua orang.
Satu orang dapat menempatkan orang yang mereka kencani sebagai pasangan pertemanan yang bersifat sekunder, sementara orang lain mungkin menganggapnya sebagai sumber keromantisan mereka.
Ketiga adalah kondisi single menetap. Mereka yang seperti ini tidak menginginkan sebuah hubungan dalam kehidupan mereka, dan melihat status single mereka sebagai keadaan permanen.
“Menurut saya sepertinya orang tampaknya lebih pendiam untuk mengkategorikan diri mereka sendiri dan memberi label dengan pacar dan tanpa pacar,” ungkap terapis hubungan, Hilda Burke, kepada Metro.co.uk.
Menurut pakar, meskipun aplikasi kencan telah membantu banyak orang menemukan pasangan, menemukan teman ideal berarti menerima bahwa tidak ada yang namanya cinta saat pertama kali digantikan. Menurut Hilda, mencari pasangan adalah tentang menemukan seseorang untuk berkompromi dan menemukan orang yang sempurna adalah pencarian tanpa henti. (sc)