Pola makan yang buruk
Banyaknya restoran cepat saji yang berasal dari budaya Barat membuat sebagian dari kita lebih senang mengonsumsi makanan yang disediakan mereka. Padahal, makanan Barat mengandung lemak dan gula yang tinggi. Makanan itu juga cenderung kandungan seratnya rendah. Selain makanan barat, tren nongkrong di warung kopi juga bisa menjadi pemicu sembelit. Kafein membuat sistem pencernaan berjalan lambat sehingga kotoran sulit dikeluarkan.
Melewatkan jam makan
Seringkali karena tuntutan pekerjaan membuat kita lebih memilih menahan rasa lapar dibanding meluangkan waktu sejenak untuk makan. Padahal, usus dapat bekerja dengan baik bila menerima asupan secara teratur. Bila hal itu berlangsung dalam jangka panjang, sistem pencernaan akan mengalami perubahan yang berakibat pada sembelit.
Makan di meja kerja
Kebalikan dari melewatkan jam makan, kebanyakan orang lebih memilih makan di meja makan mereka agar bisa sambil mengerjakan tugas. Bila Anda sudah selesai makan dan tetap duduk di meja kerja, hal itu akan menekan usus sehingga mengganggu sistem pencernaan. Selain itu, usus yang tertekan bisa menyebabkan kram, perut kembung, dan sembelit.
Obat-obatan
Beberapa obat-obatan tertentu seperti antidepresan, antasida, dan penghilang rasa sakit seringkali memiliki efek samping yang membuat perut menjadi tersumbat.
Depresi dan kecemasan
Kesehatan mental dan kesehatan usus memang saling berkaitan. Saat seseorang merasa stres, darah akan dialirkan menjauh dari usus dan dialirkan ke otot lain. Hal itu membuat sistem pencernaan menjadi terganggu.
Menahan buang air besar
Kebanyakan perempuan biasanya malu untuk buang air besar di toilet umum bila di dalamnya banyak orang. Mereka takut aroma yang dikeluarkan mengganggu orang di sekitar. (okz)