Patah Hati Bisa Datangkan Maut
1 menit baca687 kali dibaca

TERKADANG kita menjumpai kasus di mana sepasang suami istri meninggal dunia di waktu yang berdekatan. Bisa jadi dalam beberapa bulan, minggu, atau bahkan beberapa jam setelah pasangannya meninggal lebih dulu. Hal yang sama kadang juga terjadi pada saudara kembar, orangtua dan anak, atau dua orang yang memiliki ikatan emosional kuat. Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan, bisakah manusia meregang nyawa karena patah hati ditinggalkan orang yang disayangi?
Menurut sebuah artikel yang dilansir MensXP.com, hal itu mungkin saja terjadi. Sebuah studi oleh British Heart Foundation (BHF) dan University of Aberdeen menemukan bukti bahwa sindrom patah hati merupakan kondisi medis yang nyata, bisa menyebabkan kerusakan temporer atau permanen pada jantung, dan dalam beberapa kasus bisa membawa penderitanya kepada kematian. Nama ilmiah sindrom ini adalah takotsubo cardiomyopathy, sebuah kondisi di mana otot jantung melemah karena guncangan emosional atau stres fisik yang intens. Pemicu utamanya adalah tekanan emosional, salah satunya yang disebabkan karena kematian orang yang dicintai.










