Kamis, 09/09/2021
Kamis, 09/09/2021
Tempe menjadi olahan yang khas dari Kecamatan Loa Kulu. Produk rumahan ini bahkan menjadi ikon bagi wilayah itu. ( Foto: Istimewa/Humas )
Kamis, 09/09/2021

Tempe menjadi olahan yang khas dari Kecamatan Loa Kulu. Produk rumahan ini bahkan menjadi ikon bagi wilayah itu. ( Foto: Istimewa/Humas )
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara tak hanya identik dengan pertambangan batu bara. Ada olahan lain yang selama ini menjadi ciri khas wilayah itu, yakni tempe.
Camat Loa Kulu, Adriansyah mengatakan tempe telah melekat menjadi olahan Loa Kulu. Bahkan tempe produksi warganya terkenal memiliki rasa yang khas.
“Tak hanya batu bara, sebenarnya potensi di Loa Kulu. Masih banyak dan ada ciri khasnya. Salah satunya tempe, jadi sampai ada istilah ‘kalau belum makan tempe artinya belum ke Loa Kulu’. Ini salah satu ikon yang ada di Kecamatan Loa Kulu,” sebut Camat yang hobi olahraga tinju ini.
Karena itu, Loa Kulu tak melulu mengandalkan sumber daya alam berupa batu bara. Ada banyak pengrajin tempe di wilayah itu.
Selain itu, kata Adriansyah, ada ribuan UMKM dengan berbagai jenis usaha. Selan itu, juga banyak warganya yang menjadi pembudidaya ikan.
“Kalau menyusuri di jalan provinsi di pinggiran sungai Mahakam banyak pembudidaya ikan keramba, merupakan kelompok perikanan yang ada di Loa Kulu. Ada juga perikanan di darat dan ini salah satu perkembangan komoditas unggulannya ialah ikan emas, ikan nila, dan ikan lele,” ujar Adriansyah.
Sebagai wilayah yang digadang-gadang menjadi salah satu kawasan untuk penyangga IKN, Loa Kulu juga memiliki kekuatan di sektor pangan, yakni pertanian padi sawah, padi ladang dan tanaman hortikultura.
“Loa Kulu memiliki potensi besar di bidang pertanian dengan luasan padi sawah 2.752 hektare, padi ladang 129 hektare dan hortikultura 499 hektare. Dan saat ini juga ada komoditas jahe yang bekerja sama dengan Sidomuncul, dan itu terdapat di Desa Jonggon Jaya, dengan luasan sekitar 25 hektare,” tegasnya.
“Untuk menyukseskan semua sektor ini, kami selalu menjalin koordinasi yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat, dan Forkopimda kecamatan baik tingkat koramil dan polsek beserta jajarannya,” pungkas Adriansyah.
Kecamatan Loa Kulu sendiri memiliki luas 1.405,7 km2 yang terdiri dari 12 desa. Ada sebanyak 52.474 jiwa dari 15.940 Kepala Keluarga menetap di wilayah itu.
penulis : */Heri
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Kamis tanggal 9 September 2021
Kamis, 09/09/2021
Tempe menjadi olahan yang khas dari Kecamatan Loa Kulu. Produk rumahan ini bahkan menjadi ikon bagi wilayah itu. ( Foto: Istimewa/Humas )
TERPOPULER