“Memang dengan adanya gambar Pulau Derawan di pecahan Rp 20 ribu membuat jumlah pengunjung meningkat, baik lokal maupun mancanegara, dan hal ini menjadi PR buat kami untuk lebih meningkatkan infrastruktur menuju ke sana. Selain itu juga, kami akan memberdayakan masyarakat sana,” bebernya.
Pulau Derawan menjadi salah satu kebanggan masyarakat Berau, selain itu terdapat pula Pulau Sangalaki, Maratua serta masih banyak objek wisata yang potensinya belum banyak terungkap .
Mappasikra menjelaskan, meskipun baru Pulau Derawan yang terdapat di desain mata uang rupiah, namun tour guide bisa memanfaatkannya dengan mempromosikan tempat wisata lain, seperti Biduk-Biduk, Maratua dan tempat-tempat lain yang layak bersaing dengan Derawan.
“Peran disini bukan hanya kami (Disbudpar) namun juga Tour Guide memperkenalkan destinasi wisata lainnya baik dari pesisir Berau, dan juga tempat wisata lainnya,” lanjutnya.
Disinggung mengenai adanya agen travel dari Tarakan yang menawarkan harga lebih murah, Mappasikra menganggap hal tersebut bukan masalah. Yang terpenting bagaimana travel yang ada di Berau bisa lebih kreatif untuk menarik pelanggan, baik dari segi pelayanan, harga dan juga jasa asuransi yang ditawarkan.
“Menurut saya hal tersebut bukan saingan, namun bagaimana caranya agar para agen travel bisa lebih kreatif dalam menarik pelanggan, dan kami sudah melakukan rapat terkait masalah ini, dan mereka akan berusaha kreatif didalam menarik calon wisatawan melalui jalur Berau,” tutupnya. (mh216)
“Memang dengan adanya gambar Pulau Derawan di pecahan Rp 20 ribu membuat jumlah pengunjung meningkat, baik lokal maupun mancanegara, dan hal ini menjadi PR buat kami untuk lebih meningkatkan infrastruktur menuju ke sana. Selain itu juga, kami akan memberdayakan masyarakat sana,” bebernya.
Pulau Derawan menjadi salah satu kebanggan masyarakat Berau, selain itu terdapat pula Pulau Sangalaki, Maratua serta masih banyak objek wisata yang potensinya belum banyak terungkap .
Mappasikra menjelaskan, meskipun baru Pulau Derawan yang terdapat di desain mata uang rupiah, namun tour guide bisa memanfaatkannya dengan mempromosikan tempat wisata lain, seperti Biduk-Biduk, Maratua dan tempat-tempat lain yang layak bersaing dengan Derawan.
“Peran disini bukan hanya kami (Disbudpar) namun juga Tour Guide memperkenalkan destinasi wisata lainnya baik dari pesisir Berau, dan juga tempat wisata lainnya,” lanjutnya.
Disinggung mengenai adanya agen travel dari Tarakan yang menawarkan harga lebih murah, Mappasikra menganggap hal tersebut bukan masalah. Yang terpenting bagaimana travel yang ada di Berau bisa lebih kreatif untuk menarik pelanggan, baik dari segi pelayanan, harga dan juga jasa asuransi yang ditawarkan.
“Menurut saya hal tersebut bukan saingan, namun bagaimana caranya agar para agen travel bisa lebih kreatif dalam menarik pelanggan, dan kami sudah melakukan rapat terkait masalah ini, dan mereka akan berusaha kreatif didalam menarik calon wisatawan melalui jalur Berau,” tutupnya. (mh216)