Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Keberadaan Polder Air Hitam di Kecamatan Samarinda Ulu sebagai ruang publik dan sarana olahraga warga kini diwarnai keluhan penataan parkir.
Penulis: Ayu Norwahliyah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Keberadaan Polder Air Hitam di Kecamatan Samarinda Ulu sebagai ruang publik dan sarana olahraga warga kini diwarnai keluhan penataan parkir.
Banyaknya sepeda motor yang terparkir sembarangan di kiri dan kanan jalan dinilai memotong jalur pejalan kaki serta memicu kemacetan.
Camat Samarinda Ulu, Sujono menjelaskan persoalan tersebut masuk dalam rencana penataan kawasan terpadu yang tengah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Penataan ini tidak hanya menyasar area parkir, tetapi juga keberadaan pedagang UMKM di sekitar polder.
“Jadi sebetulnya itu semua nanti dikemas satu desain, satu tempat yang kita tempatkan di tempat yang rencana itu,” kata Sujono pada Senin, (5/10/2026).
Rencana penataan UMKM ini disebutnya telah dibahas dalam audiensi bersama Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang dihadiri perwakilan pedagang hingga mahasiswa.
Dari pertemuan itu, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda ditugaskan menyusun desain penataan kawasan.
Lokasi yang disiapkan membentang dari area PMI hingga persimpangan di dekat insinerator. Pada kawasan itu, terdapat lahan yang telah dikapling dan masuk dalam perencanaan penataan.
Jika pembangunan terealisasi, pedagang UMKM akan dipusatkan di lokasi tersebut dengan fasilitas booth atau kios yang disiapkan pemerintah. Pedagang nantinya diarahkan menyewa lapak melalui skema retribusi sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sudah jadi desainnya, tinggal menunggu anggarannya untuk dibangunkan,” ujarnya.
Sambil menunggu realisasi pembangunan, pedagang masih diperbolehkan berjualan dengan syarat menjaga kebersihan, ketertiban, serta mematuhi batas jam operasional mulai pukul 15.00 hingga 23.00 WITA.
Pedagang juga dilarang mendirikan bangunan permanen atau menjadikan rombong sebagai tempat tinggal, sehingga kawasan polder tetap steril pada malam dan pagi hari.
Terkait sektor parkir, Sujono menyebut penataannya sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.
Mengenai usulan DPRD terkait pemanfaatan bangunan tak terpakai seperti gedung bulu tangkis yang terbengkalai untuk lokasi parkir, Sujono menegaskan pihaknya tetap berfokus pada rencana utama, yakni memusatkan aktivitas UMKM dan parkir dalam satu kawasan terpadu.
Ia berharap sentra terpadu ini dapat segera direalisasikan. Selain menciptakan ketertiban fasilitas umum yang kerap digunakan warga untuk berolahraga dan bersantai, keberadaan sentra UMKM ini juga berpotensi mengoptimalkan PAD.
“Yang penting kebersihannya dijaga. Jangan sampai sampahnya berserakan,” pungkasnya.
Editor: Erwin






123 kali dibaca

106 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 112 km selatan Lumajang
05 Okt 2026, 09:16:32 WIB • Kedalaman 4 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG