Angka tersebut turun 35,50 persen dibandingkan Maret 2026 yang menjadi puncak mobilitas masyarakat menjelang dan selama Idulfitri.
Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menjelaskan bahwa secara statistik penurunan tersebut terutama dipengaruhi normalisasi aktivitas perjalanan setelah periode libur panjang berakhir.
“Setelah momentum mudik dan libur Idulfitri selesai, mobilitas masyarakat kembali ke pola normal sehingga jumlah penumpang mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).
Meski demikian, pada periode yang sama masyarakat juga menghadapi kenaikan tarif penerbangan. Pemerintah memberikan ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan harga tiket setelah harga avtur domestik melonjak rata-rata sekitar 70 persen mulai April 2026.
Kondisi tersebut mendorong penyesuaian fuel surcharge hingga 38 persen dan berpotensi membuat tarif penerbangan domestik naik sekitar 9 hingga 13 persen.
Kenaikan biaya perjalanan tersebut dinilai dapat menjadi faktor tambahan yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk bepergian menggunakan pesawat, terutama untuk perjalanan non-prioritas. Namun, dari sisi statistik, efek berakhirnya musim mudik masih menjadi faktor yang paling dominan terhadap penurunan jumlah penumpang pada April.
Selain angkutan udara, BPS juga mencatat jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada April 2026 sebanyak 56.317 orang atau turun 48,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara itu, volume barang yang diangkut selama April 2026 tercatat mencapai 9,77 juta ton atau turun 13,75 persen dibandingkan Maret 2026.
Meski terjadi penurunan secara bulanan, kinerja transportasi secara kumulatif masih menunjukkan tren positif. Selama Januari hingga April 2026, jumlah penumpang angkutan laut mencapai 249.780 orang atau tumbuh 15,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun jumlah penumpang internasional melalui angkutan udara mencapai 20.973 orang atau meningkat 14,03 persen dibandingkan Januari-April 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa perlambatan pada April lebih mencerminkan faktor musiman dan penyesuaian pasca-Lebaran, meskipun kenaikan harga tiket pesawat turut menjadi variabel yang patut diperhatikan dalam perkembangan sektor transportasi ke depan.
Editor: Erwin