Berbagai formula pengendalian inflasi yang selama ini digaungkan, termasuk strategi 4K yang mencakup Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif, tidak akan memberi dampak signifikan jika tidak diiringi tindakan konkret.
“Kami rapat terus, tapi harga tetap melonjak. Artinya ada yang belum tepat dalam praktik di lapangan,” ujar Sutami.
Ia menyoroti kondisi harga bahan pokok yang masih fluktuatif meski pemerintah menyebut pasokan relatif aman.
Persoalan utama bukan hanya pada ketersediaan barang, tetapi lemahnya pengawasan rantai distribusi dan kontrol pasar.
Pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan terhadap jalur distribusi agar tidak terjadi permainan harga di tingkat pedagang maupun distributor. Selain itu, pembenahan tata kelola pasar juga dinilai penting untuk memastikan harga tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak terus tergerus.
Optimalisasi peran badan usaha milik daerah (BUMD) di sektor pangan didorong agar dapat menjadi penyeimbang harga di tengah gejolak pasar. Menurutnya, keberadaan BUMD seharusnya tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu berfungsi sebagai instrumen stabilisasi harga.
Tidak hanya itu, operasi pasar yang selama ini dilakukan pemerintah diminta lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Sutami menilai kegiatan tersebut kerap bersifat simbolis dan belum memberi pengaruh besar terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.
“Operasi pasar jangan hanya jadi kegiatan seremonial. Harus benar-benar menyentuh masyarakat yang terdampak,” tegas Sutami.
Pemerintah setempat diminta lebih sigap menghadapi potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan maupun momentum tertentu yang biasanya memicu lonjakan permintaan pasar. Menurutnya, pemerintah harus hadir di titik-titik distribusi yang dianggap rawan agar gejolak harga dapat ditekan sejak awal.
Ukuran keberhasilan pengendalian inflasi bukan terletak pada banyaknya forum koordinasi, melainkan kondisi harga yang dirasakan langsung oleh masyarakat di pasar tradisional.
“Masyarakat tidak butuh konsep. Mereka butuh harga stabil di pasar. Itu ukuran keberhasilan pengendalian inflasi,” tutup Sutami.
Editor: Aspian Nur