Kondisi tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Kamis (21/5/2026) lalu.
Menanggapi keluhan itu, Abdul Waris Muin mengatakan pemerintah daerah memiliki rencana memindahkan terminal yang berada di Kelurahan Penajam ke belakang Pasar Induk Nenang agar aktivitas transportasi dan perdagangan dapat berjalan lebih baik.
“Kami punya keinginan, mudah-mudahan disetujui bagaimana terminal yang ada di Penajam dipindah ke belakang pasar agar transportasi di situ bagus dan masyarakat yang lewat bisa turun membeli,” ujar Waris, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, kondisi pasar saat ini membuat para pedagang kesulitan mendapatkan pembeli. Ia menilai keberadaan terminal di dekat pasar dapat membantu meningkatkan kunjungan masyarakat.
“Adanya transportasi di situ bagus dan masyarakat yang lewat bisa turun membeli. Karena pengadang mengeluh semua tidak ada yang beli. Berbeda dengan pasar induk lain seperti di Pasar Induk Waru dan Babulu, pembeli ramai,” katanya.
Selain persoalan pasar, dalam kesempatan tersebut warga juga mengadukan kenaikan harga tabung gas elpiji di tingkat pengecer. Waris meminta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmprindag) PPU segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Hal ini saya minta dengan Kadis Diskukmprindag PPU agar segera meluruskan ini masalah. Artinya harga dari agen, pindah ke pengecer kenapa bisa terjadi kenaikan,” tegasnya.
Ia mengatakan laporan terkait kenaikan harga gas baru diterima dari beberapa warga, namun persoalan itu harus segera diseriusi karena menyangkut kebutuhan masyarakat.
“Tapi ini baru ada beberapa masyarakat yang baru sampaikan ke kita. Dan ini harus diseriusi karena ini persoalan yang tidak boleh didiamkan,” ujarnya.
Abdul Waris Muin juga menyoroti harga jual tabung gas elpiji di tingkat pengecer yang disebut mencapai Rp40 ribu per tabung. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh memberatkan masyarakat.
“Harga jual di pengecer bisa mencapai harga Rp40 ribu. Ini harus kita luruskan karena masyarakat tidak boleh ditekan,” pungkasnya.
Editor: Erwin