Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menyebut, agenda ini telah masuk dalam program Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan mendapat dukungan penuh dari para pelaku usaha setempat.
“Program ini sudah masuk agenda kami, dan para pedagang di Citra Niaga pun telah menyetujuinya,” ujar Manalu.
Meski demikian, pihaknya masih menghitung kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengakui personel yang ada saat ini masih terbagi untuk pengamanan serta pengawasan di sejumlah titik CFD maupun Car Free Night (CFN) yang telah lebih dulu berjalan.
“Personel kami juga bertugas di lokasi lainnya, termasuk Jalan KH Fakhruddin (eks Jalan Anggi) yang memerlukan cukup banyak tenaga,” katanya.
Dishub Samarinda pun kini tengah mengukur kekuatan personel agar pelaksanaan di kawasan baru tersebut tidak mengganggu efektivitas pengawasan di lokasi lain.
“Kami lihat dulu ketersediaan SDM. Jika jumlahnya memungkinkan, segera kami laksanakan,” jelas Manalu.
Dalam skema yang disiapkan, kawasan Citra Niaga akan disterilkan dari kendaraan bermotor setiap Minggu pagi.
Pengunjung maupun pemilik usaha nantinya diarahkan menuju sejumlah kantong parkir alternatif, seperti area Plaza 21, Decafe, hingga belakang Hotel Mercure yang terhubung ke Jalan Dermaga.
Selain manajemen lalu lintas, Dishub Samarinda turut mendorong konsep CFD ramah lingkungan dengan membatasi penggunaan kantong plastik.
Masyarakat yang berolahraga maupun berwisata kuliner nantinya diminta membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas di area tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan produksi sampah plastik dari sumbernya, terutama di ruang publik yang ramai dikunjungi saat akhir pekan.
“Silakan membawa tas belanja masing-masing karena kami ingin turut mengurangi sampah plastik,” tandasnya.
Editor: Erwin