Sidak dilakukan di Pasar Induk Nenang, Kecamatan Penajam, serta Pasar Induk Waru, Kecamatan Waru. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Dalam sidak tersebut, Abdul Waris Muin mengatakan harga bahan pokok secara umum masih dalam kondisi normal dan pasokan barang tetap aman.
“Alhamdulillah tidak ada kenaikan harga yang begitu signifikan, tidak ada kekurangan pasokan, semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Semoga sampai hari H lebaran harga tetap normal,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Meski demikian, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai. Menurutnya, kenaikan terjadi karena sebagian pasokan cabai didatangkan dari luar daerah.
“Untuk cabai memang naik karena pasokannya dari luar. Tapi untuk kebutuhan dalam daerah kita juga menggunakan cabai lokal, sehingga harganya diperkirakan sekitar Rp80 ribu per kilogram,” katanya.
Sementara itu, harga tomat masih terpantau stabil. Begitu pula bawang merah dan bawang putih yang didatangkan dari Jawa dan Sulawesi dengan harga berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.
Selain itu, minyak goreng dan gula pasir juga mengalami kenaikan harga, namun dinilai masih dalam batas wajar.
“Minyak goreng naik sedikit sekitar Rp2 ribu, begitu juga gula pasir, tetapi masih normal dan tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Dalam melakukan sidak, dirinya juga menerima keluhan dari para pedagang di Pasar Induk Nenang terkait kondisi pasar yang sepi pembeli.
“Pembeli di Pasar Induk Nenang sangat sepi sehingga pedagang mengeluh dan meminta solusi kepada pemerintah,” ungkapnya.
Berbeda dengan kondisi di Pasar Waru, aktivitas jual beli masih berjalan normal dengan jumlah pembeli yang relatif stabil.
Editor: Erwin