Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai, menyatakan capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga secara umum masih terjaga. Namun, ia mengingatkan adanya kecenderungan kenaikan pada beberapa sektor yang perlu diwaspadai.
“Secara keseluruhan inflasi masih relatif aman, namun ada beberapa kelompok yang mengalami kenaikan cukup signifikan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menyebutkan, kenaikan harga paling terasa terjadi pada kelompok transportasi serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut memberikan andil terhadap inflasi tahunan.
Di sisi lain, terdapat kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan, seperti sektor rekreasi, olahraga, dan budaya, meskipun angkanya relatif kecil dan tidak berdampak besar terhadap inflasi secara keseluruhan.
Mas’ud juga mengungkapkan adanya variasi tingkat inflasi antar daerah di Kaltim. Kota Samarinda tercatat mengalami inflasi tertinggi, sementara Kabupaten Penajam Paser Utara berada pada posisi terendah.
“Perbedaan ini menunjukkan dinamika konsumsi dan distribusi di masing-masing wilayah tidak sama,” jelasnya.
Sementara itu, secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi pada April tercatat sebesar 0,11 persen. Adapun secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), inflasi mencapai 1,48 persen.
Ia menegaskan, pengendalian inflasi tetap memerlukan sinergi berbagai pihak, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi barang serta kestabilan pasokan di pasar.
“Koordinasi yang baik akan sangat menentukan agar inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali,” pungkasnya.
Editor: Erwin