Dikonfirmasi Korankaltim.com terkait hal itu Senin (13/4/2026) pagi ini, tokoh pemuda setempat Sebta Natanail, menyebutkan gerakan ini bukan sekadar wacana.
Hingga saat ini warga sudah menanam lebih dari 6.000 pohon aren, dengan lebih dari 5.000 pohon di antaranya ditanam secara kolektif oleh kelompok masyarakat.
“Menanam pohon aren adalah salah satu langkah nyata ketahanan energi. Target kami ke depan adalah mencapai minimal 20 ribu pohon sebagai syarat berdirinya pabrik etanol,” kata Sebta.
Jenis yang dikembangkan adalah aren genjah, yang memiliki keunggulan masa tanam relatif singkat yaitu 5–7 tahun hingga siap produksi. Bibit yang digunakan berasal dari Desa Kandolo dan Sangatta di wilayah Kutai Timur, serta berada di bawah pembinaan Dinas Perkebunan Kutai Timur (Kutim).
Koordinasi pembibitan dilakukan bersama Muhtarudin dari Dinas Perkebunan Kutim, guna memastikan kualitas bibit yang ditanam telah terseleksi dan terdata secara resmi. Sebta yang juga Ketua LPM Desa Muara Jawa Ulu ini menambahkan, selain sebagai bahan baku etanol, pohon aren juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Air nira dapat diolah menjadi berbagai produk UMKM seperti gula cair, gula merah, hingga gula semut atau gula aren kristal. Tak hanya itu, bagian lain dari pohon aren seperti ijuk dan lidi juga dapat dimanfaatkan menjadi produk kerajinan bernilai jual.
“Ini bukan hanya soal energi, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” jelas Sebta.
Gerakan ini turut mendorong terbentuknya kelompok tani aren di Muara Jawa. Lahan-lahan kosong milik warga kini mulai dimanfaatkan menjadi kebun produktif. Menariknya, tanaman aren dikenal tidak memerlukan perawatan intensif serta relatif hemat pupuk.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi menilai kebijakan seperti Work From Home (WFH) belum cukup efektif dalam menekan konsumsi BBM.
“Penurunan mobilitas memang berdampak, namun belum signifikan. Perubahan kebiasaan penggunaan energi menjadi kunci,” ujarnya.
Sebagai langkah strategis, Pemkab Kutim mulai mendorong penggunaan kendaraan listrik di kalangan aparatur sipil negara (ASN) guna meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi.
Sinergi antara inisiatif masyarakat dan kebijakan pemerintah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi berkelanjutan. Gerakan penanaman aren di Muara Jawa pun menjadi contoh konkret bagaimana desa dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan energi nasional, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Editor: Aspian Nur