Kondisi ini diperparah oleh kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak langsung pada sektor perjalanan dinas dan kegiatan MICE.
Ketua DPD Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Timur, Hendri Kurniawan, menilai situasi ini sebagai alarm bagi industri yang selama ini terlalu bergantung pada satu segmen pasar.
“Kita menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi supply hotel terus bertambah, tapi di sisi lain demand justru tertekan, terutama dari sektor government dan corporate meeting,” ujarnya, kepada Korankaltim.com, Senin (6/4/2026).
Ia mengungkapkan, selama ini industri perhotelan di daerah, termasuk Kaltim, sangat ditopang oleh kegiatan pemerintah dan korporasi. Ketika terjadi pengetatan anggaran, dampaknya langsung terasa pada penurunan tingkat hunian dan tekanan terhadap harga kamar.
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa lagi disikapi dengan cara lama. Industri hotel dituntut melakukan penyesuaian strategi secara cepat agar tetap bertahan di tengah perubahan.
Salah satu langkah yang didorong adalah melakukan rebalancing market, dengan mengurangi ketergantungan pada satu segmen dan mulai menggarap pasar alternatif seperti wisatawan leisure, komunitas, hingga event kreatif. “Hotel tidak bisa lagi menunggu pasar. Kita harus mulai menciptakan pasar baru,” tegasnya.
Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah juga dinilai perlu diperkuat. Tidak hanya sebagai pengguna jasa, tetapi sebagai mitra strategis dalam menciptakan kegiatan yang mampu mendorong pergerakan ekonomi dan meningkatkan okupansi hotel.
Di tengah tekanan tersebut, efisiensi operasional juga menjadi kunci. Namun Hendri menegaskan, efisiensi harus dilakukan secara cerdas tanpa menurunkan kualitas layanan, yang justru menjadi daya saing utama industri.
Transformasi juga didorong pada aspek produk dan layanan. Industri hotel diminta beralih dari sekadar penyedia akomodasi menjadi penyedia pengalaman yang memiliki nilai tambah bagi tamu.
Momentum kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) turut dipandang sebagai peluang strategis untuk menarik pasar baru, baik nasional maupun internasional, di tengah tekanan yang ada.
“Kalau kita tidak berubah, kita akan tertinggal. Ini bukan sekadar tantangan, tapi momen seleksi bagi industri,” katanya.
Di tengah situasi tersebut, DPD IHGMA Kaltim menggelar Kongres Daerah (Kongda) ke-III di Hotel Grand Verona Samarinda sebagai forum konsolidasi dan penentuan arah organisasi.
Dalam forum yang diikuti perwakilan dari berbagai kabupaten/kota itu, Hendri Kurniawan resmi terpilih sebagai Ketua DPD IHGMA Kaltim periode 2026-2029 secara aklamasi, menandai kepercayaan penuh anggota terhadap kepemimpinannya di tengah tantangan industri yang kian berat.
Editor: Erwin