Penjualan Amplang di Samarinda Meningkat saat Lebaran, Daya Beli Diakui Menurun
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Momentum Lebaran 2026 kembali membawa berkah bagi pelaku usaha amplang di Kota Samarinda.
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Momentum Lebaran 2026 kembali membawa berkah bagi pelaku usaha amplang di Kota Samarinda.
Permintaan camilan khas berbahan ikan ini terpantau meningkat, meski sejumlah pelaku usaha mengakui daya beli masyarakat tidak setinggi tahun sebelumnya.
Owner Amplang Salsabila, Dani, menyebut tradisi membeli amplang saat Lebaran masih terus terjaga, terutama oleh pembeli dari luar daerah. Produk ini kerap dijadikan oleh-oleh khas Kaltim.
“Kalau momen Lebaran memang tetap ramai. Banyak yang beli untuk dibawa keluar daerah,” ujarnya.
Usaha Amplang Salsabila sendiri merupakan bisnis turun-temurun yang telah berjalan sejak era 1990-an, berawal dari usaha keluarga bernama “Karya Kita”. Kini, produksi dilakukan di Samarinda dengan kapasitas minimal 60 kilogram daging ikan dalam sekali olah.
Beragam jenis amplang ditawarkan untuk memenuhi selera pasar, mulai dari amplang panjang yang cenderung pedas, kuku macan yang lebih empuk, hingga varian spesial dengan cita rasa lebih kuat.
Selama Ramadan hingga Lebaran, omzet di toko Samarinda mencapai sekitar Rp10 juta. Sementara di Balikpapan, penjualan bisa meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat. Namun demikian, Dani mengakui adanya penurunan dibandingkan tahun lalu.
“Memang ada penurunan, mungkin karena kondisi ekonomi. Tapi permintaan tetap ada,” jelasnya.
Di sisi lain, pelaku usaha amplang lainnya, Ati, juga merasakan peningkatan pembeli selama Lebaran tahun ini. Ia menyebut dalam sehari penjualan bisa mencapai Rp600 ribu, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap produk olahan tradisional tersebut.
“Kalau Lebaran ini cukup ramai, sehari bisa sampai Rp600 ribu,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan, amplang masih menjadi salah satu kuliner favorit saat hari raya. Meski tantangan daya beli masih dirasakan, keberadaan pasar musiman seperti Lebaran tetap menjadi penopang utama perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.
Editor: Erwin







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG